Internasional

Oposisi Tak Bisa Ikut Pemilu, Ribuan Warga Moskow Peotes di Alun-alun

MOSKOW, SENAYANPOST.com – Warga Moskow, Rusia, memprotes sikap pemerintah setempat yang tidak mengizinkan kandidat oposisi mendaftar dalam pemilu lokal.

Sikap ini ditunjukkan dengan berkumpulnya lebih dari 20.000 warga memadati alun-alun Kota Moskow.

Seperti dikutip dari AFP, Minggu (21/7/2019), otoritas setempat menolak politisi independen mendaftarkan diri menjadi peserta pemilu untuk parlemen ibu kota pada September mendatang.

Salah satu anggota LSM White Counter, Navalny, menyatakan sikap pemerintah berbahaya. Ia mengatakan akan berjuang untuk kandidat yang didukungnya.

“Kami akan tunjukkan kepada mereka bahwa ini adalah permainan yang berbahaya,” kata Navalny.

“Kita harus berjuang untuk kandidat kita,” imbuh dia.

Navalny mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa yang lebih besar pada minggu depan jika otoritas setempat tidak segera mengambil sikap. Sejumlah politisi yang diketahui akan mendaftarkan diri dalam pemilu adalah Ilya Yashin, Lyubov Sobol, dan Dmitry Gudkov.

Eks anggota parlemen Moskow, Gudkov, yang mendukung sikap demonstran itu mengatakan pemerintah telah mencuri uang dan suara rakyat. Selain itu, dia juga menyebut pemerintah terlah merenggut masa depan rakyat.

“Kita hidup di negara yang penuh kontrol selama 20 tahun,” ujar Gudkov.

Kandidat oposisi berjuang mati-matian untuk bisa tercantum di surat suara. Saat ini, mereka berupaya dengan memanfaatkan ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah Rusia, kemerosotan kepercayaan terhadap Putin, dan kemarahan atas menurunnya taraf hidup serta meningkatnya korupsi. (JS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close