Olimpiade Tokyo Belum Digelar, Atlet Uganda Malah Terpapar Covid-19

Olimpiade Tokyo Belum Digelar, Atlet Uganda Malah Terpapar Covid-19
Ilustrasi | CNN Indonesia

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Seorang anggota tim Olimpiade Uganda positif terkena virus Corona dan dilarang masuk lokasi pertandingan. Dia sekaligus tercatat sebagai infeksi pertama yang terdeteksi di antara para atlet yang tiba untuk pembukaan Olimpiade Tokyo.

Olimpiade akan dibuka dalam beberapa pekan ke depan. Delapan anggota tim lainnya berangkat hari ini dengan bus sewaan ke Osaka, Jepang tengah, yang juga masih ada kasus Covid-19.

Yasutoshi Nishimura, menteri yang bertanggung jawab atas kebijakan ekonomi, mengatakan di NHK TV bahwa pemerintah sedang menyelidiki apa yang terjadi dengan kontrol perbatasan. Para atlet, yang tiba Sabtu larut malam di bandara Narita Tokyo, telah divaksinasi penuh dengan suntikan AstraZeneca.

Mereka memiliki tes PCR negatif sebelum turun dari pesawat, ujar surat kabar Asahi mengutip seorang pejabat Sekretariat Kabinet yang tidak disebutkan namanya.

Para anggota tim yang dites tidak teridentifikasi. NHK mengatakan orang tersebut akan tinggal di fasilitas yang telah ditunjuk pemerintah.

Para kritikus telah mempertanyakan risiko penyelenggaraan Olimpiade di tengah pandemi. Tetapi Komite Olimpiade Internasional, penyelenggara even di Tokyo dan pemerintah Jepang bersikeras bahwa Olimpiade dapat diadakan dengan aman.

"Mari kita semua tunggu dulu," kata legislator oposisi Renho di akun Twitter-nya seperti dikutip Aljazeera.com, Ahad (20/6/2021).

Dia menyoroti kesiapan Jepang melakukan antisipasi.

“Kali ini, sembilan orang tiba. Untuk Olimpiade, 100.000 orang akan datang. Ini bukan waktunya untuk berbicara tentang bagaimana ini akan menjadi pengalaman yang mengharukan bagi anak-anak kita, ” ujarnya.

Jepang memerlukan karantina dua minggu untuk kedatangan di luar negeri, tetapi tim Olimpiade tidak tunduk pada kontrol pembatasan yang sama. Penyelenggara akan memutuskan pada Senin untuk mengizinkan beberapa penggemar lokal masuk tribun. Rencana untuk menonton massal di Tokyo dibatalkan pada Sabtu.

Fans dari luar negeri dilarang masuk beberapa bulan lalu. Sebelum pandemi, Jepang telah mengandalkan Olimpiade untuk menghasilkan pariwisata dan belanja konsumen yang berkembang pesat.

Tim Uganda adalah delegasi kedua, setelah tim softball wanita Australia, yang tiba di lokasi Olimpiade, yang akan dibuka pada 23 Juli. Uganda mencatat peningkatan yang mengkhawatirkan dalam hal varian Covid-19 dan baru saja memperketat penguncian.

Sekitar 590 kematian telah dilaporkan dan angkanya bisa jadi lebih tinggi akibat kemungkinan kurang fasilitas pengujian. Di Jepang, keadaan darurat untuk mengekang penyebaran virus di Tokyo, Osaka dan daerah perkotaan lainnya berakhir pada Minggu, meskipun kasus harian masih bertambah beberapa ratus orang. Tidak ada lockdown di Jepang.

Tindakan darurat, yang telah berlangsung hampir sepanjang tahun ini, fokus pada penutupan restoran dan toko lebih awal, membatasi ukuran kerumunan di tempat-tempat umum, dan meminta orang untuk menjaga jarak, bekerja dari rumah, serta memakai masker.