Politik

Nurhayati: Demokrat Malu Anggota DPR Korupsi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen) Hj. Nurhayati Ali Assegaf menyatakan malu ada anggota DPR termasuk dari Fraksi Demokrat yang korupsi. Sebab, menjadi anggota DPR ini terus diolok-olok masyarakat hanya akibat perilaku korup segelintir orang.

“Kalau ada yang korupsi, kita anggota DPR malu. Bayangkan satu dua orang yang melakukan itu, tapi masyarakat mengenaralisir semua anggota DPR itu korup. Kasihan anak-anak dan keluarga saya,” kata Ketua Demokrat itu di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Hal itu disampaikan dalam diskusi RUU APBN bersama Ketua Fraksi NasDem Johnny G Plae, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supartikno, dan pakar ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy.

Ia meminta masyarakat melihat dengan cermat jika anggaran DPR RI hanya Rp 5, 728.308.210.000 (triliun). Anggota DPR sendiri tidak menerima secara cash, juga untuk apa saja tidak mengetahui secara pasti.

“Jadi, jangan DPR yang selalu disalahkan. Karena ada pihak lain yang terlibat,” ujarnya.

Tapi dalam rapat paripurna DPR sebelumnya menyetujui usulan anggaran DPR RI untuk tahun 2019 sebesar Rp 7,7 triliun.

Karena itu Nurhayati berharap dimulai dari DPR sendiri dibangun budaya malu dan transparansi. “Uang yang diterima itu berapa dan untuk apa harus jelas. Sistem sudah dibangun, tapi budaya malu belum ditegakkan. Ini tugas kita semua termasuk media massa,” tambahnya.

Selain itu kata Nurhayati, masyarakat juga tercemari dengan penyakit money politics ‘wani piro’? “Jadi, semua harus memulai dari diri kita sendiri, anggota DPR, pers, dan masyarakat dengan membangun budaya malu, dan transparansi,” pungkasnya.

Berbarengan dengan itu anggota Komisi XI DPR dari Demokrat Amin Santono kena OTT KPK pada Minggu (6/5/2018) lalu, dan Partai demokrat langsung memberhentikannya secara tidak hormat dari keanggotaan Demokrat dan DPR RI.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close