Tak Berkategori

NU: Jangan Sejajarkan Nabi Muhammad dengan Sukarno

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) diminta untuk tidak mensejajarkan Nabi Muhammad SAW dengan pemimpin-pemimpin dunia.

“Rasulullah jangan Anda sejajarkan dengan pemimpin-pemimpin revolusioner dunia,” kata Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH. Agoes Ali Masyhuri saat mengisi tausyiah pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Ia menambahkan, Rasulullah jangan Anda sejajarkan dengan Isaac Newton, Thomas Alva Edison, Marconi, Mao Zedong, Mahatma Gandhi, dan Sukarno.

“Karena Rasulullah SAW, telah diabadikan oleh Alquran,” kata Ali.

Pernyataan Ali itu pun disambut gemuruh jemaah. Para warga Nahdliyin acara tersebut seraya melantunkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ali mengatakan hanya Muhammad SAW yang bisa menjadi pemimpin yang berjaya semasa hidup dan setelah meninggal dunia. Hal itu, kata Ali, telah diabadikan dalam kitab suci Alquran.

Dia juga mengingatkan Muhammad SAW adalah satu-satunya manusia yang mendapat pujian dari Allah SWT. Mengutip Surat Al-Qalam ayat 4, Ali menyebut Allah memuji Muhammad sebagai sosok yang berbudi pekerti luhur.

“Tidak ada bahasa, tidak ada gubahan sastra, tidak ada bentuk syair dan susunan kata yang bisa dibuat untuk menggambarkan tentang keagungan dan kebesaran beliau Rasulullah SAW secara pas dan klop, saking agungnya beliau Rasulullah SAW,” ucapnya.

Pembandingan Muhammad SAW dan Sukarno jadi perhatian publik setelah disampaikan oleh Sukmawati Soekarnoputri. Perbandingan itu pun memicu protes dari sejumlah kelompok Islam. Bahkan MUI mengadakan rapat khusus membahas pernyataan itu. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close