Hukum

Novanto Sanggupi Bayar Uang Pengganti USD7,3 Juta

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Juru bicara KPK Febri Diasyah menyebutkan, Setya Novanto telah menyatakan untuk membayar uang pengganti sebesar USD7,3 juta seperti yang diputuskan hakim Pengadilan Tipikor.

Sebelumnya, mantan Ketua DPR itu telah menitipkan uang Rp5 miliar dalam proses penyidikan. Novanto juga telah membayar denda Rp500 juta yang termuat di putusannya.

“Pihak Setya Novanto telah membayarkan denda Rp500 juta dan biaya perkara Rp7.500. Sedangkan untuk pembayaran uang pengganti belum dilakukan selain uang titipan Rp5 miliar sebelumnya. Namun, pihak Setya Novanto telah menyerahkan surat kesanggupan membayar,” kata Febri kepada wartawan, Jumat (4/5/2018).

Novanto akan segera dieksekusi ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat hari ini. Dia akan menjalani pidana kurungan 15 tahun, dipotong masa tahanan.

Febri lalu mengingatkan jika kasus e-KTP ini merupakan contoh kasus yang lahir dari persekongkolan sempurna antara aktor politik sebagai legislator, birokrasi, hingga swasta. Prosesnya dilakukan sejak awal proses anggaran, pengadaan, hingga pelaksanaan proyek.

“Ditambah penyalahgunaan sistem keuangan dan mekanisme aliran dana yang rumit, berlapis-lapis, dan lintas negara,” katanya.

Novanto divonis 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Novanto juga dihukum membayar uang pengganti USD7,3 juta yang dikurangi uang Rp5 miliar yang dikembalikan ke KPK.

Duit ini terkait penerimaan Novanto dari proyek pengadaan e-KTP. Selain itu, hak politik mantan Ketua DPR itu dicabut selama 5 tahun.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close