Nilai Investasi 'Raksasa' BP Jamsostek ke SWF Terungkap

Nilai Investasi 'Raksasa' BP Jamsostek ke SWF Terungkap
Ilustrasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek menyatakan minatnya untuk ikut berinvestasi pada lembaga sovereign wealth fund (SWF) yang didirikan pemerintah, yaitu Indonesia Investment Authority (INA). Nilai investasi digadang-gadan cukup besar.

Direktur Utama BP Jamsostek, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan manajemen INA untuk menjajaki peluang investasi. Lewat INA, ujar Anggoro, BP Jamsostek akan masuk ke proyek-proyek nasional yang dikuasai oleh pihak INA.

"Dari dana kelolaan BP Jamsostek Rp 490 triliun, kami punya ruang investasi langsung 5% atau sekitar Rp 20 triliun. Jadi kapasitas kami untuk investasi langsung belum advance, makanya kami kolaborasi dengan SWF. Saya sudah sampaikan ke Presiden. Saya juga sudah sampaikan ke Bu Sri Mulyani," kata Anggoro belum lama ini.

Sebelumnya saat rapat dengan Komisi IX DPR, Anggoro pernah mengatakan, BP Jamsostek akan mengubah strategi investasinya di tahun ini. Ada lima strategi investasi yang akan ditempuh untuk menjaga hasil investasi tetap tumbuh. Salah satu strategi investasi yang akan ditempuh adalah masuk ke INA.

"Dengan adanya SWF kami melihat kami bisa berkontribusi kepada Pemerintah di SWF dengan meningkatkan alokasi dan investasi pada instrumen investasi langsung," ujar Anggoro saat itu.

Kemudian, BP Jamsostek juga akan melakukan rebalancing portofolio investasinya. Rebalancing akan dilakukan untuk instrumen deposito, saham, dan reksa dana ke instrumen obligasi.

"Karena kita tahu dengan BI rate 3,5%, deposito bank-bank juga turun sehingga ini akan menarik ke bawah yield dari portofolio kami. Sehingga kita akan rekomposisi, rebalancing, tentu saja tidak semuanya, agar yield yang kita hasilkan bisa optimum," jelas Anggoro.