Opini

Negaraku Dalam Ancaman ISIS?

TIBA-TIBA saya teringat berita mengerikan yang disiarkan CNN dan BBC, wanita Yazidi diperkosa setiap hari dan dijadikan budak seks, dan pria Yazidi dibunuh oleh ISIS karena sebuah perbedaan.

Yazidi adalah suku minoritas di Irak dan menganut kepercayaan yang berbeda dengan mayoritas di negeri itu. Juga berbeda dengan kepercayaan yang dianut oleh ISIS. Perbedaan itulah yang membuat mereka menjadi sasaran kekerasan. Bahkan mungkin bertujuan ke arah genosida (pemusnahan sekelompok manusia yang berbeda).

Warga Yazidi sekarang mungkin tidak lagi dicekam ketakutan walaupun masih diselimuti penderitaan, karena kabarnya ISIS sudah kalah di Irak dan tersudut di Suria. Sesuai namanya, ISIS (Islamic State of Irak and Syria= Negara Islam Irak dan Suriah), kelompok petualang itu membawa nama salah satu agama yang ada di dunia ini: Islam.

Dari informasi yang saya baca, ISIS menerapkan sistem kepemimpinan khilafah. Konon sistem ini sedang diperjuangkan di beberapa negara. Namun telah gagal di Irak dan Suriah. Di luar kedua negara itu, kabarnya juga berkembang di Filipina dan Indonesia.

Benarkah? Saya tidak tahu. Beberapa media dan orang-orang di medsos menemukan, bendera khilafah sering dikibarkan oleh kelompok tertentu di negara kita ini.

Adalah Jenderal AM Hendropriyono yang belakangan mengingatkan bahwa, pertarungan dalam pilpres 2019 ini, bukan semata-mata antara Joko Widodo melawan Prabowo Subianto, tetapi sebuah pertarungan ideologi Pancasila VS khilafah.

Peringatan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (Ka BIN) itu dianggap mengada-ada oleh mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Ia menyebut, peringatan itu sebagai mengorek luka lama oleh tokoh yang haus kekuasaan.

Saya semakin cemas, sebagai mantan petinggi TNI itu, yang lembaganya senantiasa tegak lurus melindungi Pancasila, mengapa tidak bergandengan tanga bersama AM Hendropriyono untuk melawan mereka yang mengancam keberadaan Pancasila?

Lalu saya pun khawatir, jangan-jangan Jenderal Gatot Nurmantyo terkontaminasi khilafah. Saya berharap kekhawatiran itu tidak benar. Sebab bila benar, ada kekhawatiran lebih besar lagi dalam diri saya, mungkin beberapa personil TNI terkontaminasi khilafah semasa jenderal Gatot Nurmantyo memegang pucuk pimpinan TNI.

Sungguh sangat mengerikan, bila di dalam lembaga penjaga Pancasila ada musuh Pancasila. Semoga itu hanya ilusi saya. Sebab saya sungguh sangat takut bila negaraku dalam ancaman ISIS.

*Penulis, pengamat sosial politik dan parapsikologi. Tinggal di Jakarta.

KOMENTAR
Tags
Show More

Check Also

Close
Back to top button
Close
Close