Internasional

Negara Bagian Tak Bisa Kendalikan Demo Floyd, Trump Kerahkan Militer

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Jika negara bagian atau pemerintah kota (pemkot) di Amerika Serikat (AS) gagal menangani kerusuhan dalam demo memprotes kematian George Floyd, Presiden AS Donald Trump mengancam bakal mengerahkan militer.

Trump menyampaikan pidato ketika polisi menembakkan gas air mata, dalam unjuk rasa yang berlangsung di luar Gedung Putih, Washington.

Ia menyatakan akan segera mengerahkan sumber daya pemerintah federal dalam demonstrasi yang pecah karena kematian George Floyd di Minneapolis.

“Pertama, kami akan mengakhiri kerusuhan dan aksi main hakim sendiri yang menyebar ke seluruh negara. Kami akan segera mengakhirinya,” tegas dia.

Dia telah menginstruksikan gubernur negara bagian untuk mengirim Garda Nasional, dengan perintahnya adalah mereka harus mendominasi pendemo.

Presiden dari Partai Republik itu kemudian melontarkan ancaman jika pemkot atau pemerintah negara bagian gagal bertindak dalam menjamin warganya.

“Saya akan mengerahkan militer AS dan segera menyelesaikan masalah yang mereka timbulkan,” tegasnya dikutip Sky News Selasa (2/6/2020).

Menyusul pernyataannya, Trump kemudian berjalan menuju Gereja Episkopal St John, dikenal juga sebagai Gereja Presiden, yang menderita kerusakan karena unjuk rasa.

Dia kemudian memegang sebuah Alkitab. “Kita adalah negara terhebat di muka bumi ini, dan akan tetap berlaku demikian,” janjinya.

Floyd tewas di Minneapolis pada Senin pekan lalu (25/5/2020), setelah sebelumnya dia ditangkap karena diduga menggunakan uang palsu.

Dalam video yang menimbulkan amarah publik, nampak empat polisi membekuknya, dengan satu polisi menindih leher pria 46 tahun itu.

Floyd, yang di mata kerabat serta keluarganya dikenal sebagai “raksasa lembut”, sebelumnya sudah berteriak “aku tak bisa bernapas”.

Si polisi, Derek Chauvin, kemudian dipecat dan ditangkap pada Jumat (29/5/2020) setelah aksinya menindih leher Floyd viral.

Dalam autopsi yang digelar secara mandiri oleh keluarga, kematian Floyd adalah pembunuhan yang dikarenakan sesak napas dan putusnya aliran darah ke otak.

Keluarga dalam pidato mereka di Minneapolis menyatakan, mereka meminta publik untuk keluar dan memilih sosok yang bisa memberi perubahan.

Terrence Floyd menyerukan kepada pendemo untuk menghentikan kekerasan, seraya mengatakan perbuatan itu tak akan menghidupkan lagi saudaranya.

“Berhenti berpikir suara Anda tidak penting. Segeralah keluar dan berikan suara Anda di saat yang tepat,” jelas Terrence. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close