Secara terpisah, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi pernah menyebutkan, uji coba tersebut meliputi pengujian karakteristik bahan bakar.
Selain itu, terdapat pula uji presipitasi dan stabilitas penyimpanan dalam uji implementasi BBM B50.
"Kita sudah melakukan uji laboratorium dari komponen bahan bakar minyak yang digunakan," kata Eniya saat RDP Komisi VII DPR, pada November 2025.
"Ada dua jenis solar dan beberapa komposisi bahan bakar nabati yang diuji," sambungnya.
Hal yang menuai sorotan, yakni uji coba BBM B50 tersebut pernah menunjukan hasil yang tergolong mengecewakan.
Berdasarkan laporan ESDM, hasil awal menunjukkan penggunaan B50 membuat filter kendaraan lebih cepat rusak, dan daya mesin sedikit lebih rendah dibandingkan dengan B40.
"Umur filter dari penggunaan B50 memang cenderung lebih pendek. Misalnya umur filter tiga bulan menjadi dua bulan," beber Eniya.
"Ada perbedaan sekitar 10-20 persen performa dari filter tersebut," tambahnya.
Eniya menjelaskan, pengujian juga mencakup campuran bahan bakar solar dengan berbagai komposisi bahan baku sawit.
Dirjen EBTKE itu lantas menyebut solar dengan kadar sulfur rendah lebih ideal digunakan dalam campuran tersebut.
"Daya yang dihasilkan juga lebih rendah sekitar 10-20 persen dibandingkan B40," tukasnya.***