nasional

Pertamina Ungkap Alasan Naikkan Harga Pertamax, Fokus Jaga Pasokan BBM Tetap Aman

Rabu, 10 Juni 2026 | 22:04 WIB
Pertamina ungkap alasan naikkan harga Pertamax belum lama ini, fokus jaga pasokan BBM tetap aman di tengah konflik global. (Instagram.com/@pertamina)

 

SENAYANPOST - PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan energi di tengah meningkatnya biaya pengadaan dan dinamika pasar global.

Vice President (VP) Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga Sigit Setiawan mengatakan perusahaan sebelumnya berupaya menahan kenaikan harga.

Namun, langkah tersebut tidak dapat dilakukan terus-menerus karena berpotensi mengganggu keberlanjutan pasokan BBM di dalam negeri.

Hal ini disampaikan Sigit dalam Sarasehan Energi bertajuk Transisi Energi dalam Memitigasi Konflik Global di Universitas IPB, Bogor, Jawa Barat, Rabu.

"Beberapa waktu kemarin itu masih bisa kami tahan, tetapi kenapa kok hari ini nggak bisa nahan? Karena kami harus memastikan ketersediaan di pasar itu ada barangnya," ujar Sigit Setiawan, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Baca Juga: Pertamina Kembali Naikkan Harga BBM, 3 Jenis BBM Ini Harganya Naik Mulai 4 Mei 2026

Biaya Produksi dan Impor Meningkat

Sigit menjelaskan bahwa kenaikan biaya produksi dan pengadaan energi akan berdampak langsung terhadap harga jual produk di pasar.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena masyarakat juga harus menghadapi beban harga yang lebih tinggi.

"Kalau biaya produksinya naik, akan berpengaruh ke harga jual produk yang dihasilkan. Berarti harga di pasar akan naik. Masyarakat konsumen bisa membeli, nggak? Tentu berat," ujarnya.

Ia menambahkan, Pertamina saat ini harus mengimpor BBM dengan harga yang lebih mahal, sementara harga jual di pasar domestik tidak selalu dapat mengikuti kenaikan tersebut.

"Pertamina mengimpor BBM dengan harga tinggi, terus kami jual di domestik harganya rendah. Uang yang kami dapat dari penjualan domestik untuk membeli BBM di market impor tidak lagi mendapatkan volume yang sama," ujar Sigit.

Baca Juga: Di Tengah Ketegangan AS dan Iran, 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

Halaman:

Tags

Terkini