Politik

NasDem Tutup Opsi Mediasi dengan Rizal Ramli

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Partai NasDem memutuskan untuk menutup opsi mediasi dengan Rizal Ramli. NasDem menyerahkan dugaan penghinaan, pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Ketua Umum Partai Surya Paloh yang dilakukan mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim itu pada proses hukum.

Menurut Ketua Fraksi Partai NasDem Ahmad Ali, proses hukum melalui pelaporan di Polda Metro Jaya sekaligus menandakan opsi mediasi dengan Rizal telah tertutup. Sebab, NasDem sebelumnya telah mensomasi Rizal, tapi tak diindahkan.

“Pak Surya garisnya tegas, somasi sudah kita kirim. Kita tidak perlu berdialog tetapi substansinya dijawab dulu secara somasi substansi itu,” kata Ahmad di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (17/9/2018).

Tetapi, somasi itu, menurut Ahmad sampai dengan hari ini tidak terjawab.

“Sehingga hari ini oleh partai memutuskan untuk pelaporan,” ucap Ahmad

Menurutnya, permintaan Rizal Ramli untuk berdialog secara empat mata dengan Surya Paloh bukan merupakan jawaban atau solusi persoalan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

Ahmad menepis anggapan bahwa NasDem alergi terhadap kritik yang disampaikan ke kadernya. Sebab, selama ini kata dia, pihaknya tidak mempersoalkan kritik yang diutarakan ke salah satu kadernya yaitu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

“Jadi bahwa apakah laporan kita itu terbukti, ya nanti kita uji. Nanti pengadilan yang menguji bahwa delik yang disampaikan oleh Partai NasDem kepada RR itu betul apa nggak,” katanya.

NasDem secara resmi melaporkan Rizal ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik terhadap Surya Paloh. Laporan itu terdaftar dengan nomor : LP/4963/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimum Polda Metro Jaya tertanggal 17 September 2018.

Rizal dijerat dengan Pasal 310 KUHP dan atau 311 KUHP dan atau Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sejumlah ucapan Rizal yang dipersoalkan NasDem antara lain terkait ucapan tentang Surya Paloh yang bermain dalam kegiatan impor.

Selain itu juga soal Presiden Joko Widodo yang tidak berani menegur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait impor karena takut dengan Surya Paloh. Terakhir, adalah ucapan Rizal yang menyebut Surya Paloh brengsek.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close