Internasional

Najib Tawarkan Sertifikat Rumah untuk Bayar Uang Jaminan

KUALA LUMPUR, SENAYANPOST.com – Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak sedang berusaha untuk keluar dari tahanan selama proses persidangan. Tapi masalahnya, Najib harus memberikan uang jaminan dan ternyata dia tak mampu membayarnya.

Nah, najib pun menawarkan sertifikat rumahnya di Langgak Duta, Kuala Lumpur sebagai barang jaminan.

Pengacara mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak menyebut kliennya tidak mampu membayar uang jaminan untuk bisa keluar dari tahanan selama persidangan berproses. Dia bahkan menawarkan sertifikat rumah Najib di Langgak Duta, Kuala Lumpur sebagai barang jaminan.

Najib dijerat tiga dakwaan pelanggaran kepercayaan terkait penyelewengan dana total 42 juta Ringgit milik SRC International, bekas unit perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) dan satu dakwaan menyalahgunakan wewenang untuk menerima suap sebesar 42 juta Ringgit saat mengamankan pinjaman untuk SRC International.

Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) menahan Najib sejak Selasa (3/7) kemarin. Dalam sidang Rabu (4/7) ini, Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas yang memimpin langsung tim jaksa dalam kasus Najib, mengajukan ke pengadilan agar uang jaminan bagi Najib ditetapkan sebesar 4 juta Ringgit (Rp 14 miliar) dengan dua penjamin.

Seperti dilansir Malay Mail, Rabu (4/7), Shafee Abdullah yang memimpin tim penasihat hukum Najib, merasa keberatan.

Dia menyatakan kepada Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur bahwa kliennya tidak mampu jika harus membayar 4 juta Ringgit sebagai jaminan seperti yang diminta tim jaksa.

Shafee meminta agar pengadilan menetapkan besaran uang jaminan lebih rendah, yakni sebesar 500 ribu Ringgit.

Dituturkan Shafee bahwa keluarga Najib tidak memiliki uang tunai sebesar 4 juta Ringgit dan harus terlebih dulu menggalang dana dari kerabat serta teman-temannya untuk bisa membayar jaminan sejumlah itu.

Shafee kemudian menawarkan sertifikat rumah keluarga Najib di Langgak Duta untuk digunakan sebagai barang jaminan dan pengganti uang tunai bagi pembayaran uang jaminan ke pengadilan.

Tim jaksa langsung menolak tawaran Shafee itu. Bahkan Jaksa Agung Tommy menyebutnya sangat tidak praktis.

“Kenapa persidangan harus dipersulit dengan kesulitan-kesulitan praktis?” ucap Jaksa Agung Tommy dalam sidang.

Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur akhirnya menetapkan besaran uang jaminan untuk Najib sebesar 1 juta Ringgit (Rp 3,5 miliar) dengan dua penjamin.

Menanggapi penetapan ini, Shafee menyatakan keluarga Najib baru mampu membayar jaminan sebesar 500 ribu Ringgit untuk hari ini. Dia mengklaim keluarga Najib tidak memiliki akses pada rekening-rekening bank yang dibekukan oleh Satuan Tugas 1MDB.

Ditambahkan Shafee bahwa pihak keluarga akan berusaha menggalang dana untuk mengumpulkan 500 ribu Ringgit hingga Senin (9/7) mendatang.

Tommy juga meminta agar paspor Najib disita pengadilan selama proses persidangan berlangsung. Pengadilan Tinggi mengabulkan permintaan ini dan mewajibkan Najib segera menyerahkan paspornya ke pengadilan. Najib sendiri telah dicegah ke luar negeri oleh otoritas imigrasi Malaysia sejak beberapa bulan terakhir. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close