Internasional

Najib Bubarkan Parlemen Malaysia Jumat Ini

KUALA LUMPUR, SENAYANPOST.com – Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dikabarkan bakal membubarkan Parlemen Malaysia atau Dewan Rakyat besok, Jumat (6/4).

Pembubaran ini akan membuka jalan untuk menggelar pemilihan umum. Pemilu Malaysia diperkirakan akan digelar pada 5 atau 12 Mei nanti.

Seperti diberitakan The Star Online Selasa (3/4), Parlemen akan mengakhiri sesi sidang Kamis (5/4). Barisan Nasional (BN), partai berkuasa pimpinan Najib akan mengumumkan manifesto pemilu Sabtu (7/4).

“Kami bakal meluncurkan manifesto setelah pembubaran parlemen,” kata Menteri Urusan Perencanaan Ekonomi Abdul Rahman Dahlan.

Najib akan meminta Yang Dipertuan Agong Malaysia Sultan Muhammad V sebagai kepala negara untuk membubarkan parlemen secara resmi.

Komisi Pemilihan Umum kemudian akan mengumumkan tanggal pemilu.

Pemilu kali ini diprediksi akan menjadi yang tersengit dan terpanas dalam sejarah Malaysia. Sebab, Najib akan menghadapi langsung tantangan tidak terduga dari mentor politiknya, sekaligus mantan Perdana Nenteri Mahathir Mohamad.

Mahathir, yang berkuasa selama 22 tahun, saat ini memimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan dan akan menjabat kembali sebagai PM jika oposisi meraih kemenangan.

Barisan Nasional sendiri sudah berkuasa sejak kemerdekaan Malaysia di tahun 1957 dan difavoritkan akan melanjutkan kekuasaannya.

Walau popularitas Najib anjlok akibat penerapan pajak barang dan jasa serta meningkatnya ongkos hidup di negeri jiran, dukungan dari pemilih Melayu terutama di daerah pedesaan masih kuat untuk mengamankan kemenangan BN.

Selain itu, rezim Najib yang diduga mengubah peta daerah pemilihan atau konstituen Malaysia sehingga menguntungkan BN diyakini akan mempersulit peluang oposisi untuk menyudahi 61 tahun kekuasaan BN.

Peta konstituen Malaysia menurut kubu oposisi tidaklah adil dan merugikan mereka. Di pemilu 2013, walau hanya meraih suara nasional 47 persen, BN mampu memenangkan 60 persen kursi parlemen.

Mahathir yang saat ini berusia 92 tahun, mengejutkan publik Malaysia ketika mengumumkan bakal kembali ke kancah politik.

Mahathir berubah menjadi pengkritik paling pedas Najib setelah skandal korupsi perusahaan pengelola dana investasi negara 1MDB menyeruak.

Berang dengan Najib, Mahathir memutuskan untuk kembali turun gunung. Dia keluar dari Partai UMNO yang pernah dipimpinnya, dan memutuskan membentuk partai baru, Partai Bersatu untuk mendongkel Najib dari jabatannya.

Yang paling tidak terduga adalah Mahathir juga memutuskan untuk berdamai dengan musuh bebuyutannya, Anwar Ibrahim, mantan wakil perdana menteri yang menjabat bersamanya.

Adalah Mahathir yang melesatkan, dan juga menyudahi karir politik Anwar yang cemerlang, dengan memecatnya di 1998 karena tersangkut tuduhan sodomi. Padahal, ketika itu, Mahathir telah mengeluk-elukan Anwar sebagai calon penerusnya.

Anwar kemudian menghabiskan enam tahun di penjara akibat tuduhan sodomi tersebut. Kali ini Anwar, pemimpin de facto oposisi yang masih mendekam di penjara akibat tuduhan sodomi kedua, merestui koalisi jilid dua dengan Mahathir.

Mahathir telah berjanji akan menyerahkan kekuasaan ke Anwar setelah bebas dari penjara, dan mendapatkan grasi dari Raja Malaysia. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close