NaCI atau NHCL?

NaCI atau NHCL?
Syaefudin Simon

Oleh: Syaefuddin Simon

TULISAN Dahlan Iskan tentang protokol rakyatnya Dr. Indro Cahyono, ahli virus, menggambarkan pengobatan Covid-19 dengan garam krocok (NHCL). Garam ini harus asli dari air laut. Belum ditambah yodium. Artikel Dahlan Iskan ini viral. 

Aku belum pernah mencoba resep itu. Yg aku persoalkan kenapa rumus kimianya kok ditulis NHCL. Dan tak ada orang yg memperbaikinya. Bukankah garam itu rumus kimianya NaCl? 

Maaf, sebagai sarjana kimia UGM, aku gak pernah tahu tentang garam yang rumus kimianya NHCL. Ini siapa yg salah? Dahlan Iskan yang salah tulis atau Indro yang salah ngomong, Natrium Chlorida (NaCl), ditulis NHCL. Bubrah!

Secara kimiawi, NaCl memang mudah larut dalam air. Larutannya jelas mengandung Na+ dan Cl --. Larutan ini elektronegativitasnya tinggi. Dapat menghantarkan arus listrik. Larutan NaCl bisa "menetralkan" atau menyuci kotoran termasuk kuman dan virus. Ini terjadi karena kuatnya elektronegativitasnya tadi. 

Menyuci di sini, secara kimiawi, berarti molekul zat-zat beracun tersebut terikat Na + dan Cl -- tadi. Akibatnya komponen yang tadinya beracun jadi hilang. Karena struktur kimianya berubah. 

Aku selalu mencuci buah-buahan yang kubeli dari lapak pinggir jalan atau Carrefour dengan air garam sebelum aku makan.Tujuannya untuk membunuh kuman atau menghilangkan zat beracun yang mungkin masih nempel di buah tersebut.

Air garam yang elektronegativitasnya tinggi, juga bisa dipakai untuk mengusir energi negatif (dukun bilang ruh halus atau jin -- di pojok-pojok rumah). Biasanya cipratkan air garam di bagian rumah yang dianggap angker. Niscaya zat yang berenergi negatif (setan demit) akan pergi.

Begitu juga jika anda merasa ada sesuatu yang aneh dalam tubuh (merasa terganggu mahluk halus), mandilah dengan air garam. Setan akan ngacir. Karena itu, orang pinter sering menyarankan kliennya untuk mandi di laut. Tujuannya biar seluruh tubuh dibasuh air garam (NaCl) yang elektronegativitasnya tinggi tadi.

Kembali ke pratokol rakyatnya Indro Cahyono dan Dahlan Iskan. Sangat mungkin, virus yang masih ngendon di hidung dan sekitarnya bisa mampus terkena semprotan air garam. Tapi kalau virus itu sudah menggerogoti paru-paru, jelas sulit. Mau paru-parunya disemprot pakai garam? Alih-alih waras, malah tewas! 

Begitulah guys. Pliz jangan tulis lagi NHCL, tapi tulislah NaCl. Itu yg benar. NaCL memang zat penawar racun dhahir dan gaib yg mujarab.

* Syaefuddin Simon, Penulis, Sarjana Kimia lulusan Universitas Gadjah Mada.