Travel

Museum Terbesar di China ini Simpan Keris Pemberian Soekarno

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Museum of China di Beijing memiliki berbagai koleksi menarik. Salah satunya, keris pemberian presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Beijing memiliki puluhan museum baik yang dikelola oleh negara ataupun swasta. Salah satunya adalah National Museum of China (NMC) yang merupakan museum terbesar ke-3 di dunia setelah Louvre (Prancis) dan State Hermitage Museum (Rusia).

Namun demikian museum ini merupakan museum terbesar di dunia yang menempati satu bangunan (single-building) dengan luas sekitar 200.000 meter persegi. Museum yang berdiri sejak tahun 2003 ini telah menggelar berbagai pameran mulai dari sejarah, tradisi, dan perkembangan budaya bangsa China kurun waktu 5.000 tahun terakhir.

Awalnya museum ini merupakan gabungan dari National Museum of Chinese History dan National Museum of Chinese Revolution yang telah ada sejak tahun 1912. MNC memiliki 5 lantai yang dibagi menjadi 2 bagian yaitu ruang pamer tetap dan temporer. Setiap tahunnya museum ini menggelar lebih dari 50 tema pameran temporer berkelas internasional yang menyedot hampir 10 juta pengunjung baik lokal maupun macanegara pada setiap tahunnya.

Museum raksasa yang lokasinya berseberangan dengan Kota Terlarang (Forbidden City) dan Lapangan Tian’anmen ini cukup strategis dan mudah dijangkau. Sistem transportasi umum yang cukup baik di Beijing menjadikan perjalanan untuk menjangkau museum ini menjadi mudah baik dengan bus, taksi, atau subway.

Namun diperlukan “perjuangan’ untuk dapat masuk ke dalam museum ini karena harus mengantre cukup panjang dan berdesak-desakan dengan ribuan pengunjung lainnya terlebih di akhir pekan dan hari libur nasional.

Sebelum memasuki NMC pengunjung terlebih dahulu harus melalui security check yang cukup ketat dan detail seperti halnya ketika akan memasuki tempat-tempat umum lainnya di Beijing. Hal ini cukup bagus untuk memastikan tingkat keamanan dan security control jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Keris Sukarno dan Patung Bali SBY

Pada bulan September 2019, bagian ruang pamer temporer NMC sedang memamerkan kaligrafi China dan perkembangannya hingga saat ini, pameran patung-patung kuno dari benua Afrika, pameran cinderamata koleksi negara pemberian dari negara lain, pameran seni seni rupa karya pegrafis China, pameran naskah kuna China yang ditulis dalam bilah-bilah bambu, dan pameran kontemporer bertema Van Gogh.

Salah satu pameran temporer yang cukup menarik adalah mengenai pameran cinderamata koleksi pemerintah China pemberian dari negara lain. Berbagai cindermata tersebut biasanya diberikan oleh kepala negara dari berbagai negara di dunia ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke China. Jumlahnya mencapai 611 koleksi dengan berbagai ukuran, bahan, bentuk, dan cirikhas dari negara yang memberikan mulai dari lukisan, patung, senjata, kain, bordir, mozaik, kristal, emas, keramik dan sebagainya yang dikumpulkan sejak tahun 1949.

Koleksi yang mengejutkan adalah adanya 2 koleksi cinderamata dari Indonesia. Yang pertama berupa keris yang diberikan oleh Presiden Sukarno kepada Kamerad Liu Shaoqi pada April 1963.

Keris gaya Bali berwarna emas dengan aksen batu-batuan berwarna putih, ungu, dan hijau tersebut sangat indah dan masih terlihat cukup terawat meski telah dihadiahkan lebih dari 50 tahun lalu.

Koleksi yang kedua berupa patung kayu dari Bali sebagai cinderamata dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang diberikan kepada Kamerad Hu Jintao pada April 2005.

Patung karakter manusia laki-laki dan perempuan dengan pakaian adat Bali tersebut berwarna coklat tua dengan tingkat craftmanship khas seniman Bali tersebut meski berukuran tidak begitu besar namun cukup prestisius dan sangat berkarakter Indonesia.

Secara keseluruhan konsep kuratorial, tata letak, dan bobot pameran yang diselenggarakan di NMC sudah sangat baik. Hanya saja dari sisi informasi seperti papan deskripsi dan pengantar kadangkala ‘tidak ramah’ bagi pengunjung warga negara asing yang tidak paham bahasa dan tulisan China. (AR)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close