Nasional

MUI Sebut Penembak Pekerja di Papua Layak Disebut Teroris

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam aksi penembakan sejumlah pekerja PT Istaka Karya di Papua. MUI menyebut, aksi biadab itu sudah dikategorikan sebagai teroris sebab para anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) itu secara terang-terangan telah menebarkan teror bagi Indonesia.

“Saya lebih senang menyebut (pelaku) peristiwa di Papua itu dengan sebutan teroris karena sudah jelas mereka meneror bangsa Indonesia yang sedang membangun negeri ini,” ujar Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis dalam keterangan tertulis, Rabu (5/12/2018).

Ia menyebut, umat muslim yang tewas akibat insiden itu bahkan bisa disebut meninggal secara syahid di jalan Allah SWT. Sebab, mereka tewas saat sedang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

“Bagaimana dengan para korban? Ya, mereka yang mencari nafkah untuk menghidupi dirinya dan memenuhi kebutuhan keluarga, maka muslim yang wafat itu syahid di jalan Allah SWT,” katanya.

Cholil juga mengajak seluruh masyarakat untuk berempati dengan kejadian tersebut dan mendukung pemerintah agar bekerja cepat mengatasi insiden tersebut. Sebab, menurutnya, salah satu tugas negara adalah menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya.

“Maka segeralah diselesaikan, sesuai kerangka keamanan dan ketahanan negara. Tapi, marilah kita berempati dengan kejadian di Papua karena korban itu tidak salah apa-apa, tapi karena kekejaman teroris,” sebutnya.

Berdasarkan data terbaru Kapolri Jenderal Tito Karnavian, jumlah korban tewas akibat serangan KKB di Papua ada 20 orang, bukan 31 seperti diberitakan sebelumnya.

Dengan ditemukannya 15 jenazah, tim masih harus menemukan 5 jenazah lainnya. Sementara 13 orang berhasil selamat dari serangan KKB, dan sudah dievakuasi ke Wamena.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close