Nasional

MUI: PUBG Diharamkan Kalau Mudaratnya Lebih Besar

JAKARTA, SENAYANPST.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga saat ini masih mengkaji fatwa soal game Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG). Fatwa memertimbangkan soal manfaat dan mudarat atau kerugiannya.

Game itu diketahui menuai polemik seusai kejadian penembakan di Kota Christchurch, Selandia Baru. Dalam manifestonya, salah satu penembak, Brenton Tarrant, mengaku terinspirasi dari video game, tanpa menyebut merek gim tertentu.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Didin Hafidhuddin mengaku tidak menutup kemungkinan gim itu diharamkan.

“Lihat hasil kajiannya. Kan begini, dalam Islam itu tidak ada yang mudarat 100 persen. Selalu ada saja manfaatnya. Kita timbang, kalau misalnya mudaratnya lebih besar, kita akan haramkan,” kata Didin di kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).

Dia memastikan MUI akan mengkaji fatw tersebut dengan mempertimbangkan banyak hal. Ia belum bisa memastikan kapan pihaknya akan mengeluarkan fatwa soal gim tersebut.

“Dilihat dari berbagai segi. Kita memang tidak pernah mengeluarkan fatwa itu asal-asalan, sekadar emosional misalnya. Tetapi dikaji dari berbagai faktor termasuk dari pendidikan, psikologi, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ia pun menghimbau sambil menunggu keluarnya fatwa, perlu ada batasan-batasan tertentu terkait gim tersebut. Hal itu, kata Didin, agar generasi muda terutama anak-anak terhindar dari pengaruh negatif teknologi.

“Ya jadi jangan sampai mempengaruhi hal-hal negatif, terhadap anak-anak terutama. Anak-anak itu kan harus kita selamatkan supaya mereka menjadi generasi yang relatif lebih bersih dari pengaruh-pengaruh negatif teknologi,” katanya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close