Politik

MUI Ingatkan Bahaya Memperalat Agama untuk Kepentingan Politk

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) prihatin dengan maraknya penggunaan agama untuk kepentingan politik praktis. Apalagi memasuki tahun politik seperti sekarang ini setiap pihak dengan mudah memakai simbol-simbol agama untuk kepentingannya.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi, cara yang digunakan adalah mendaku diri dan kelompoknya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atau sebagai pemilik simbol-simbol agama tersebut, seraya mendiskreditkan pihak lawan politik sebagai musuh agama.

Kondisi seperti ini berpotensi terjadi di kedua belah pihak dengan memperalat umat.

“Ini berbahaya dan kita harus mengingatkan akan bahaya tersebut,” katanya dikutip dari NU Online Rabu (28/11) malam.

Lebih lanjut Masduki mengatakan, kondisi sekarang disebut orang sebagai era post truth (pasca kebenaran) dengan ciri-ciri antara lain: kebenaran dibuang ke tong sampah. Yang ada adalah opini diperbanyak dengan menggunakan cyber army.

“Opini terus dijejalkan, tak penting lagi benar dan salah,” ujarnya.

Dalam keadaan begitu, ia mengajak semua pihak untuk mengingatkan kembali rakyat atau umat akan nalar kebenaran.

Semua pihak harus bergerak, karena nalar kebenaran hakikatnya ada pada pihak yang mayoritas, tetapi mereka diam. Mereka tidak menguasai opini di media sosial.

“Maka, mari bangkitlah. Jangan diam!” katanya.

Ia menambahkan, di tahun politik, masyarakat harus diberikan penyadaran agar pemimpin nasional yang terpilih memiliki orientasi berdasarkan program-program yang jelas untuk menyejahterakan rakyat, pemimpin yang sudah teruji dan punya jejak rekam jelas kejujuran dan kesederhanaannya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close