Politik

MUI Ingatkan Amien Rais, Masih Banyak Masyarakat yang Awam Politik

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Politisi PAN Amien Rais mengecam adanya larangan kegiatan politik di masjid. Larangan itu bahkan kata dia, merupakan hal yang kurang ajar.

“Agama itu kalau enggak untuk dunia ya ngapain? Katakan politik enggak boleh di masjid, itu kurang ajar. Agama enggak boleh untuk dunia buat apa? Agama itu ada biar ngatur dunia,” kata Amien, Jumat (29/6).

Namun, pernyataan Amien itu disayangkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebagaiman dikatakan Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, Amien terlalu memposisikan masyarakat Indonesia sama dengan dirinya dalam hal kesadaran serta memahami politik.

“Sepertinya Pak Amien Rais terlalu berprasangka baik bahwa umat Islam di Indonesia itu tingkat pemahaman dan kesadaran politiknya sudah seperti beliau semua,” ujar Zainut kepada wartawan, Jumat (29/6).

Zainut mengungkapkan, ketika seseorang sudah memahami politik, maka perbedaan pandangan akan dianggap biasa. Oleh karena itu, tidak akan ada kekhawatiran timbulnya gesekan ketika kegiatan politik boleh dilakukan di tempat ibadah seperti masjid.

“Tapi pada masyarakat awam hal itu justru berbahaya,” katanya.

Zainut lalu menegaskan bahwa sebetulnya tidak ada larangan berpolitik di masjid. Kegiatan yang dilarang, lanjutnya, adalah kampanye atau politik praktis.

Hal itu, lanjut dia, memang jelas dilarang dalam sejumlah peraturan. Misalnya, Undang-Undang No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan Undang-Undang No 10 tahun 2016 tentang Pilkada.

Menurut Zainut, kampanye atau politik praktis dilarang dilakukan di masjid karena berpotensi menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam.

“Soalnya tidak semua umat Islam itu memiliki aspirasi politik yang sama, memiliki pandangan dan paham politik yang sama,” ucapnya. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close