Lintas Daerah

MUI Gandeng BNN, Khotbah Jumat Tekankan Bahaya Narkoba

BANDUNG, SENAYANPOST.com – Ancaman bahaya narkoba kini semakin nyata. Menyikapi hal ini, khotbah Salat Jumat yang dilakukan para ulama nantinya akan ada penekanan tentang bahaya narkoba.

“Ini salah satu peran ulama dalam memerangi peredaran narkoba di masyarakat,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar) Rachmat Syafei, usai penandatanganan MoU antara MUI Jabar dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Jabar, tentang pencegahan bahaya narkoba di Bandung, Senin (17/6/2019).

Menurut Rachmat Syafei, pencegahan dan perang terhadap bahaya narkoba ini harus dikerjasamakan dengan BNNP Jabar dan semua sudah sepakat bahwa ini bukan hanya tugas kepolisian, BNN tapi juga tugas kita bersama, termasuk ulama.

Rachmat mengatakan dengan adanya MoU dengan BNN ini, maka setiap isi ceramah seperti khotbah Salat Jumat yang dilakukan oleh para ulama harus ada penekanan tentang bahaya narkoba.

“Ulama mempunyai kewajiban untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Intinya pencegahan lebih baik daripada penanggulangan. Pencegahan itu juga peningkatan agama juga,” katanya.

Selain itu, lanjut Rachmat, pihaknya juga siap membantu rehabilitasi warga yang ingin bebas dari jerat narkoba melalui pendekatan agama.

“Bagaimana kalau sudah terjadi (terjerat narkoba) penanggulangannya kerja sama dengan BNNP Jabar. Kita juga kan ada rehabilitasi, itu di lembaga-lembaga pondok pesantren,” katanya.

Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol Sufyan Syarif menambahkan, kerjasama ini merupakan realisasi amanat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar BNN bekerja sama dengan MUI untuk memerangi narkoba hingga ke desa-desa.

“Kebetulan di MUI Jawa Barat juga ada struktur yang menangani narkoba sehingga diharapkan para alim ulama, kiai hingga ke desa-desa, ke masjid-masjid bisa meneruskan amanat ini (perang terhadap narkoba),” kata Sufyan. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close