Nasional

Muhammadiyah Pertimbangkan Cabut Ijazah Alumni yang Korupsi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyatakan, pihaknya mempertimbangkan untuk mencabut ijazah alumni perguruan tinggi atau sekolah Muhammadiyah yang melakukan korupsi.

Ide itu tercetus usai Ketua KPK Agus Rahardjo menceritakan sebuah kampus swasta yang memberi sanksi cabut ijazah bagi alumni yang korup.

“Itu bagian yang mudah untuk kita lakukan (cabut ijazah), nanti kita bikin sistem yang lebih komprehensif dari itu. Agar semua punya efek jera. Itu bagus saya pikir yang diinformasikan Pak Agus dan insyaallah perguruan tinggi Muhammadiyah dan sekolah-sekolah Muhammadiyah akan melakukan gerakan terstruktur,” kata Haedar di Yogyakarta, Kamis (18/7/2019), yang dilansir dari kumparan.

Haedar menjelaskan, sejak tahun 2000 Muhammadiyah telah melakukan berbagai kerja sama untuk program gerakan antikorupsi. Dan MoU kali ini merupakan akselerasi dari komitmen tersebut.

“Bagaimana kita melakukan pendidikan pelatihan di berbagai institusi Muhammadiyah maupun di masyarakat kita bekerja sama agar tercipta iklim budaya antikorupsi dan alam pikiran bahwa korupsi itu haram,” ujarnya.

Haedar menegaskan, pemberantasan korupsi ini bukan hanya tanggung jawab KPK namun merupakan komitmen kolektif.

Sementara itu, Agus Rahardjo mengatakan selain dengan Muhammadiyah, pihaknya juga telah menandatangani MoU dengan NU. Tujuannya tak lain untuk membentuk karakter bangsa dalam upaya pencegahan korupsi.

“Dalam pendidikan dan sosialisasi Muhammadiyah lebih dahulu juga membuat kurikulum sistem. KPK juga membuat kurikulum, ini kan bisa disinergikan,” ujarnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close