MRT Jakarta Siapkan 285 Perjalanan per Hari

MRT Jakarta Siapkan 285 Perjalanan per Hari

JAKARTA, SENAYANPOST.com – PT MRT Jakarta menyiapkan 285 perjalanan per hari untuk Senin-Jumat dan 219 perjalanan per hari untuk Sabtu-Minggu. Untuk jam pengoperasian, MRT dibuka mulai pukul 05.00-24.00 WIB setiap harinya.

Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, MRT Jakarta ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2019.

Saat ini, pihaknya terus menuntaskan pengerjaan konstruksi dan melakukan uji coba pengoperasian MRT. Sedangkan pembangunan konstruksi, progresnya sudah mencapai 97,5 persen dan persiapan operasi 79 persen.

“Kami juga sudah menyusun gapeka (grafik perjalanan kereta api) di mana MRT ini akan beroperasi mulai pukul 05.00-24.00 WIB, baik itu saat weekday maupun weekend. Untuk jumlah perjalanannya, sebanyak 285 perjalanan saat weekday dan 219 perjalanan di weekend,” jelas William di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

William mengatakan, pihaknya menyiapkan dua model pengaturan perjalanan kereta guna mengimbangi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga

Pertama, model pengaturan untuk waktu sibuk, yakni pukul 07.00-09.00 dan 17.00-19.00 WIB dengan jarak kedatangan antarkereta atau headway berjarak 5 menit.

Kedua, model pengaturan di luar waktu sibuk dengan headway 10 menit sekali.

“Sedangkan waktu tempuh dari Stasiun Lebak Bulus hingga Bundaran HI, dipatok sekitar 30 menit,” urainya.

Adapun jumlah rangkaian kereta yang disiapkan oleh PT MRT Jakarta adalah sebanyak 16 rangkaian kereta, dengan sistem operasional 14 rangkaian kereta dijalankan untuk melayani penumpang setiap harinya dan dua rangkaian kereta lainnya disiapkan sebagai cadangan.

“Saat ini, seluruh rangkaian kereta sudah tiba di Jakarta,” kata William.

Terkait tarif, tambah William, masih belum diputuskan. Namun, pihaknya sudah mengusulkan dua skema pentarifan, yakni Rp8.500 per 10 km dan Rp10.000 per 10 km.

Menurutnya, dalam setiap skema pentarifan itu telah dimasukkan juga komponen boarding fee, yakni Rp1.500 per penumpang.

“Jadi tarif yang Rp8.500 per 10 km itu harga per km-nya adalah Rp700 dengan (boarding fee) Rp1.500. Sedangkan, yang Rp10.000 per km itu harga per km adalah Rp850 plus Rp1.500 (boarding fee),” ujar dia.

Dengan adanya perhitungan tarif tersebut, kata William, pihaknya memperkirakan jumlah penumpang MRT per hari mencapai 130.000 orang. Namun, selama tahun pertama MRT beroperasi jumlah penumpangnya ditaksir masih sekitar 65.000 orang per hari.

“Tahap awal, kami perkirakan jumlah penumpangnya masih sekitar 65.000 orang per hari. Karena itu kan integrasi angkutan dengan yang lainnya belum terlalu optimal. Nanti setelah setahun, kami perkirakan bisa mencapai 130.000 penumpang per hari,” pungkasnya.