Parlemen

MPR: Ulama Berperan Penting Luruskan Hoaks pada Rakyat

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan jika para ulama (Islam non Islam) dan tokoh masyarakat berperan penting untuk meluruskan atau mengklarifiaksi hoaks pada rakyat agar pemilu 2019 berlangsung damai dan aman.

“Dalam agama apapun, hoaks, fitnah dan berbohong itu hukumnya haram, dosa besar. Karena itu para ulama dan tokoh agama harus berperan aktif dalam meluruskan hoaks itu pada masyarakat,” tegas Hidayat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu dalam dialog empat pilar MPR RI bersama anggota MPR RI (F-Golkar) yang juga jubir bicara TKN Jokowi–Ma’ruf Amin, Tb. Ace Hasan Syazily, dan pengamat politik dari UIN Syahid Jakarta, Adi Prayitno di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (25/3/2019).

Karena itu, Hidayat berharap tidak membesar-besakan ketakutan, dan media jangan sampai menjadi kompor rakyat. Melainkan semuanya harus berorientasi untuk fastabiqul khairat (berlomba-lomba untuk berbuat baik), dan bukannya fastabiqul mungkarat (berlomba-lomba untuk berbuat kejahatan).

Hanya saja pemilu damai itu ada syaratnya, yaitu sesuai amanat UU NRI 1945 pasal 22 E.

“Selama pemilu itu berlangsung jujur, adil, demokratis, langsung, umum, dan rahasia, insya tentu akan berlangsung aman dan damai,” ungkapnya.

Sebagaimana pesan Jokowi, kata Ace, pemilu lima tahunan ini harus dibuat senang dan riang gembira. Konstitusi, UUD NRI 1945 sudah mengamanatkan bahwa pemilu ini sebagai sirkulasi kekuasaan untuk memilih calon pemimpin yang terbaik.

“Jadi, debat capres pun harus kedepankan visi, misi dan program kerja yang telah dan akan dilakukan,” ujarnya.

Karena itu kata dia, hoaks harus dihindari bersama. Mengingat Suriah hancur akibat banyaknya hoaks yang bersentuhan dengan SARA,

“Seperti halnya ibu-ibu di Karawang Jabar, dan Sulawesi Selatan yang mengatakan akan ada legalisasi zina, LGBT, pelarangan azan dan pelajaran agama akan dihapuskan di sekolah. Itu jelas hoaks yang menyesatkan,” tegas Ace.

Juga sebagaimana ketika Barack Obama di Amerika, yang disebut sebagai orang hitam yang bukan berasal dari Amerika. Tapi, hal itu dibantah kalangan intelektual, jika Obama adalah warga AS, yang sama dengan George W. Bush.

“Sehingga, baik Obama maupun George Bush sama-sama putra terbaik bangsa. Jadi, komitmen menolak hoaks itu harus menjadi komitmen bersama untuk membangun demokrasi,” pungkasnya. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close