Politik

MPR: Pancasila Jaminan Kebebasan Beragama

CIANJUR, SENAYANPOST.com – Sila Pertama Pancasila menegaskan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berke-Tuhan-an Yang Maha Esa. Sila Pertama Pancasila menjadi jaminan bahwa negara mengakui adanya Tuhan sehingga setiap warga negara berhak menjalankan kehidupan keagaman dan kepercayaan masing-masing.

Demikian disampaikan anggota MPR RI Deding Ishak saat menyampaikan sosialisasi empat pilar kebangsaan sekaligus buka puasa bersama di aula Yayasan Lathifa Cendikia di Desa Pasar Kemis, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, seperti dilaporkan dalam siaran pers, Rabu (13/6/2018).

Menurut Deding, Sila Pertama Pancasila menjadi landasan dalam membangun kebebasan sekaligus kerukunan antar-umat beragama.

Karena Pancasila mengakui adanya Tuhan sehingga setiap warga negara berhak beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya sekaligus saling menghormati antar-pemeluk agama yang lain.

“Pancasila ini merupakan mahakarya para pendiri bangsa untuk mewariskan kebebasan sekaligus kerukunan antar-umat beragama sebab mereka sadar bahwa bangsa ini dibangun atas dasar keragaman baik suku, budaya maupun agama,” kata Deding yang juga Ketua Umum DPP Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) ini.

Lebih jauh Deding yang juga anggota Komisi VIII DPR RI ini menguraikan isi Pasal 29 Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di mana ayat (1) menyatakan Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa; dan ayat (2) juga menegaskan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

“Jadi ini adalah ikhtiar para pendiri bangsa dalam merawat kebhinekaan di Indonesia. Dan buktinya kita rasakan sekarang, kita menjalankan kebebasan beragama seperti sholat, puasa, buka puasa bersama secara beramai-ramai dan nanti merayakan Idul Fitri dengan kebebasan yang dijamin oleh negara,” kata Deding yang juga anggota Fraksi Partai Golkar DPR/MPR ini.

Pada bagian lain, Deding juga meminta agar Pancasila tidak dipertentangkan dengan agama Islam.

“Jangan pertentangkan Pancasila dengan Islam karena tidak bertentangan dan tidak perlu dipertentangkan,” katanya sembari menegaskan bahwa Pancasila ini telah dibahas dan disetujui oleh ulama besar sekaliber KH. Hasyim Asyari.
Deding menilai pilar-pilar bangsa seperti Pancasilan dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sudah mencerminkan nilai-nilai ke-Islam-an.

Dia mencontohkan, alinea ketiga Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 juga menegaskan kalimat “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa…”

“Ini menunjukkan kentalnya semangat ke-Islam-an para pendiri bangsa sehingga mereka menekankan bahwa kemerdekaan itu selain berkat kerja keras para pahlawan juga atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa,” katanya.

Bahkan, dia menambahkan, dalam setiap pelantikan pejabat, mulai dari Kepala Desa hingga Presiden, bagi umat Islam ada kata sumpah “Demi Allah…”

“Hal ini berarti bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama dan sangat meyakini ke-Esa-an Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa,” demikian Deding Ishak. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close