Motor dan Mobil Bekas Jadi Incaran Masyarakat Selama Masa Pandemi

Motor dan Mobil Bekas Jadi Incaran Masyarakat Selama Masa Pandemi
Motor dan Mobil Bekas

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Industri otomotif tahun ini mengalami kondisi yang berat dan sulit. Setelah digempur pandemi corona, kini kembali diterpa badai resesi.

Pemerintah mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020 minus. Menandakan Indonesia masuk dalam lubang resesi, setelah kuartal 1 sampai II mengalami kontraksi, masing-masing 2,41 persen dan 4,19 persen (qtq).

Penurunan penjualan tahun ini, khususnya mobil baru mencapai lebih dari 50 persen untuk wholesales per September 2020. Sementara retail di angka 46,6 persen. Berbagai upaya dilakukan untuk mendorong bisnis, mulai dari peluncuran produk baru, sampai promo pembelian dan servis.

Namun memang, daya beli yang lemah masih membuat penjualan mobil baru tengkurap, walaupun ada perbaikan kecil di tiap bulannya.

"Ada korelasi searah antara perubahan GDP dan daya beli. GDP naik umumnya daya beli juga naik, dan begitu sebaliknya. Karena GDP negatif berarti daya beli juga turun. Tampak dari pasar mobil yang turun drastis dibanding 2019," ucap Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra kepada kumparan, Rabu (11/11).

Sepeda motor dan mobil bekas

Padahal sebenarnya, bila dilihat dari indeks kebutuhan masyarakat akan kepemilikan kendaraan pribadi, bisa dibilang besar. Karena banyak yang menghindari penggunaan transportasi publik, khawatir tertular COVID-19.

Namun kembali lagi ke persoalan daya beli yang melemah, membuat masyarakat cenderung memilih motor dan mobil bekas. Sementara mobil baru masih gigit jari.

"Berdasarkan data survey yang kami terima. Masyarakat cenderung menghindari kendaraan publik dan memilih mobil pribadi selama pandemi, bisa sepeda motor atau mobil. Nah daya beli yang rendah, kemampuan beli mobil baru juga lemah, jadi pilihan mereka ke motor bekas atau mobil bekas."

Daihatsu alami kenaikan

Melihat data penjualan sementara Januari-Oktober ini, capaian retail sales Daihatsu 81.623 unit, dengan pangsa pasar 18 persen. (2019 hanya 16 persen).

Sedangkan pada wholesales, secara total mencapai 77.471 unit, dengan peningkatan market share menjadi 18,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 lalu sebesar 17,7 persen.

Kontribusi per-model, pertama ada Daihatsu Sigra masih menjadi andalan 21.700 unit, berkontribusi 26,6 persen. Lalu kedua Gran Max Pick-Up 19.058 unit (23,3 persen), dan Terios 11.891 unit (14,6 persen).

Secara bulanan, retail sales Daihatsu pada Oktober 2020 tercatat sebanyak 8.135 unit, atau naik sekitar 5,4 persen dibandingkan September kemarin 7.721 unit.