Modus Kerampokan di Jalan, Sekuriti Bank BRI Gelapkan Uang Rp 80 Juta Milik Perusahaan

Modus Kerampokan di Jalan, Sekuriti Bank BRI Gelapkan Uang Rp 80 Juta Milik Perusahaan

DENPASAR, SENAYANPOST.com – Kepolisian Polsek Kuta Utara menangkap pelaku penggelapan uang milik perusahaannya sendiri. Pelaku bernama I Made Darmawan (48) yang bekerja sebagai sekuriti di Bank BRI Teras Pasar Sari Winangun, Padang Sambian, Denpasar. Pria yang beralamat di Jalan Antasura 170, Peguyangan, Denpasar Utara ini, diamankan pihak kepolisian, pada Senin (28/1/2019) sekitar pukul 12.20 Wita.

Kronologinya, pelaku diminta untuk mengambil Rp 80 juta lalu diserahkan ke Unit BRI Dalung, di Kerobokan, Kecamatan Kuta utara, Badung, Bali. Beberapa saat kemudian, pelaku melaporkan bahwa dia menjadi korban perampokan di Jalan Raya Muding Kelod, Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali.

Dari pengakuan pelaku, uang Rp 80 juta yang berada di dalam tas telah dirampas oleh seseorang yang mengendarai sepeda motor merek Nmax warna putih dan Nomor Polisi (Nopol) tidak diketahui. Selain itu, pelaku juga beralibi ditodong pistol. Mendengar laporan tersebut, pihak Bank BRI langsung melapor ke Mapolsek Kuta Utara.

Berdasarkan laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan olah TKP. Namun, dari hasil olah TKP ditemukan fakta-fakta yang tidak sesuai dengan peristiwa yang dilaporkan.

Kemudian, pihak kepolisian melakukan interogasi yang mendalam terhadap pelaku. Akhirnya pelaku menerangkan bahwa sebenarnya dirinya tidak menjadi korban dan pelaku sendiri yang mengambil uangnya.

Baca Juga

“Uang yang di bawa sebanyak Rp 70 juta disembunyikan di semak di Daerah Muding Kaja (Kuta Utara) dan sisa Rp 10 juta dipergunakan untuk membayar utang,” ucap Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, Iptu Androyuan Elim, Jumat (1/2/2019) sore.

Selanjutnya, pelaku dibawa dan diamankan ke Mapolsek Kuta Utara untuk proses hukum lebih lanjut dan juga diamankan beberapa barang bukti.

“Yang bersangkutan, membuat rekayasa laporan sebagai korban perampokan untuk menyembunyikan perbuatannya,” ujar Kanit Reskrim.