Modus Baru Peredaran Narkoba, Sabu 0,55 Gram Diselipkan di Masker

Modus Baru Peredaran Narkoba, Sabu 0,55 Gram Diselipkan di Masker
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dengan modus operandi diselipkan di masker.

Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen (Pol) Benny Gunawan mengatakan, modus ini diketahui setelah petugas berhasil menangkap tersangka pemakai sabu, berinisial JML (41) di Magelang, Jawa Tengah, belum lama ini.

“Tersangka JML (41) ini membawa narkotika jenis sabu dimasukkan ke dalam masker kain warna biru. Modus baru nih. Memang di Jawa Tengah ini modusnya aneh-aneh,” kata Benny, dalam jumpa pers di kantor BNN Kabupaten Magelang, Jumat (11/9/2020).

Selain modus tersebut, pihaknya juga berhasil mengungkap peredaran ganja yang modusnya dicampur dengan kue brownis dan kukis di wilayah Jepara. Bahkan di Semarang, ada juga pelaku yang memasukkan barang haram itu ke dubur. 

Menurut Benny, pandemi Covid-19 ini, pengedar narkotika semakin kreatif melancarkan aksinya. Kondisi ini diduga menyebabkan tidak sedikit orang mengalami stres sehingga nekat melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

"Di Jateng ini barang bukti kasus tidak terlalu besar, tapi modusnya beraneka ragam, bahkan ada modusnya belum ada di wilayah lain. Ini yang mengkhawatirkan," tandas Benny.

Dari 44 kasus yang berhasil diungkap sejak Januari-September 2020, modus yang paling sering dipakai pelaku adalah dengan mengirim melalui jasa ekspedisi. Kemudian, mobil angkutan juga menjadi sarana peredaran yang paling sering dipakai pengedar ditengah pandemi Covid-19 ini.

Sebab banyak daerah yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga hanya mobil angkutan yang bisa beroperasi.

"Adanya PSBB hanya mobil-mobil angkutan yang boleh jalan, nah mobil angkutan ini jadi sarana mobilitas pengedar. Narkotika dimasukkan ke karung, kemudian disebarkan melalui masker, jaket, celana dalam," ungkap Benny.

Kondisi tersebut yang perlu diwaspadai semua pihak karena Jawa Tengah merupakan daerah transit yang mudah dijangkau dari daerah mana pun, seperti dari Jawa Timur, Jawa Barat hingga Sumatera.

Benny menyebutkan, daerah yang paling rawan dan sering ditemukan kasus ini adalah Jepara. Sebab, di daerah ini banyak objek wisata, pelabuhan "tikus" dan menjadi daerah tujuan wisatawan asing.