Misi Hayabusa2 Sukses, Penelitian Asteroid Berlanjut

Misi Hayabusa2 Sukses, Penelitian Asteroid Berlanjut
MIT Technology Review

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Para ilmuwan di Badan Antariksa Jepang (Japan Aerospace Exploration Agency/JAXA) menyatakan bahwa wahana Hayabusa2 telah meraih kesuksesan yang sempurna dalam misinya, dengan target membawa sampel dari asteroid yang jauh.

Dilansir NHK pada Rabu (16/12), para peneliti mengatakan mereka menemukan sejumlah partikel pasir kehitaman di dalam alat penyimpanan dari kapsul yang mendarat di gurun pasir Australia pada 6 Desember 2020 itu. Kapsul itu dilepaskan dari Hayabusa2.

Para peneliti mengatakan partikel-partikel itu, masing-masing berukuran beberapa milimeter, yang diyakini dikumpulkan selama wahana itu pertama kali mendarat di asteroid Ryugu.

Para peneliti juga mengatakan analisis menunjukkan bahwa material berbentuk gas yang terkandung dalam unit penyimpanan itu berasal dari asteroid. Mereka mengatakan pertama kalinya sampel gas dikirimkan dari luar angkasa ke Bumi.

Para peneliti menambahkan alat penyimpanan itu tampaknya berisi sampel lain dari pendaratan kedua wahana tersebut.

Baca Juga

JAXA mengatakan akan melakukan analisis mendetail terhadap seluruh sampel dengan harapan akan memberikan gambaran mengenai asal mula tata surya dan kehidupan di Bumi.

Hayabusa 2 adalah sebuah misi lanjutan untuk misi Hayabusa seperti yang diusulkan oleh lembaga ruang angkasa Jepang, JAXA.

Tujuan Hayabusa 2 adalah untuk membangun warisan misi asli, dengan memperkuat titik lemah yang ditunjukkan. Pada Januari 2011, target asteroid JU3 (162173) 1999 dengan peluncuran yang diusulkan pada bulan Juli tahun 2014, dengan cadangan memulai peluang pada Desember 2014.

Pada Juni dan Desember 2015 Hayabusa 2 kemudian tiba sesuai target pada tahun 2018, survei asteroid selama setengah tahun, berangkat pada bulan Desember 2019, dan kembali ke bumi.

Pada Desember 2020, misi Hayabusa 2 menampilkan mesin ion lebih tahan lama, bimbingan ditingkatkan dan teknologi navigasi, dan antena baru dan sistem kontrol sikap.

Operasi di asteroid akan serupa untuk orang-orang dari sebelumnya Hayabusa, tetapi dengan bahan peledak untuk menggali permukaan asteroid untuk bahan sampel.

Hayabusa 2 memiliki tekonlogi lebih canggih dibanding dengan misi Hayabusa sebelumnya. Selain dilengkapi dengan teknologi peledak SCI (Small Carry-on Impactor) juga disertai 1 robot pendarat dan 3 robot penjelajah.