Merger 3 Bank Syariah BUMN, Aset Tembus Rp390 T

Merger 3 Bank Syariah BUMN, Aset Tembus Rp390 T

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Tiga bank syariah BUMN yakni Bank Syariah Mandiri (BSM), PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), dan PT Bank BNI Syariah akan dimerger.

Dalam merger ini, Bank BRISyariah ditetapkan menjadi bank survivor atau entitas yang menerima penggabungan (surviving entity) dari merger tiga bank syariah BUMN.

Ketua Tim Project Management Office (PMO) yang juga Plt Dirut PT Bank mandiri Tbk (BMRI) Hery Gunardi mengatakan dengan penggabungan itu, akan menciptakan bank syariah dengan aset mencapai Rp390 triliun, kemudian target pembiayaan bisa menembus Rp272 triliun, dan pendanaan sekitar Rp335 triliun.

"Tentuya bank hasil gabungan ini punya modal cukup untuk meningkatkan kapasitas sehingga bisa generate bisnis secara kuat, underwrite bisnis lebih baik dan lebih besar dan improve, [masuk ke] global market di middle east dan buat sukuk global," kata Hery dalam konferensi pers virtual, di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Hery menjelaskan dengan penggabungan ini bank tersebut bisa masuk 10 bank berdasarkan kapitalisasi pasar.

"Kalau selesai legal merger Q1 2021 memiliki aset Rp 220-225 triliun tentunya akan menempati nomor 7-8 perbankan top 10 di Indonesia jadi bagus dan besar," jelasnya dikutip CNBC Indonesia.

Dia mengatakan alasan merger ini karena pemerintah melalui Kementerian BUMN ingin ada bank syariah terbesar guna mengakomodasi pasar yang begitu besar dengan jumlah penduduk Muslim terbesar.

"Menteri BUMN ingin sekali mengarahkan dan gimana meningkatkan core competence masing masing, pun tak kecuali perbankan."

"Kementerian BUMN berencana gabungkan 3 bank syariah BRIS, BSM, BNIS tujuannya adalah agar Indonesia sebagai negara penduduk Muslim terbesar dunia, 13% populasi Muslim dunia adalah Indonesia jadi harapannya bisa ada bank syariah besar dan daya saing global ga hanya domestik tapi internasional," tegasnya.

Dalam merger ini, BRISyariah memang menjadi bank yang menerima penggabungan.

"Memperhatikan Perjanjian Penggabungan Bersyarat, setelah penggabungan menjadi efektif, BRIS akan menjadi entitas yang menerima penggabungan, dan pemegang saham BNI Syariah dan pemegang saham BSM, akan menjadi pemegang saham entitas yang menerima penggabungan," tulis manajemen BRIS dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (13/10/2020).

"Penggabungan yang direncanakan hanya akan menjadi efektif setelah diperolehnya persetujuan dari otoritas yang berwenang."

Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangannya mengatakan dengan ditekennya perjanjian merger bank syariah BUMN menjadikan tonggak sejarah untuk merealisasikan rencana penggabungan bank-bank tersebut.

"Langkah ini merupakan tonggak sejarah untuk kita semua, tonggak pertama persiapan dan tinjauan untuk merealisasikan rencana penggabungan bank bank syariah nasional. Dengan bergabungnya rekan semua dalam satu bank satu keluarga insya Allah Indonesia akan memiliki bank syariah terbesar," kata Erick, dikutip Selasa (13/10/2020).

Dia mengatakan bank ini bisa menjadi satu tujuan ekonomi untuk umat dengan sistem yang berkeadilan dan transparan. Hal tersebut dibuktikan dengan kondisi saat ini dimana di masa pandemi, bank syariah justru menorehkan kinerja yang positif.

"Saat ini kita masih tertinggal dari negara Islam lainnya karena itu kita harus bangkit. Namun kita juga harus yakin bila kita bersatu insya Allah kita mampu jadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia," tandasnya.