Catatan dari Senayan

Merdeka dari Pandemi Covid-19

Merdeka dari Pandemi Covid-19
HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka

Oleh: Imas Senopati

HARI INI segenap bangsa Indonesia memasuki Bulan Kemerdekaan. Dua pekan lagi, pada 17 Agustus lagi kita memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan. Setidaknya sudah dua tahun ini kita tidak lagi gegap gempita memperingati kemerdekaan. Kondisi negeri yang dilanda pandemi Covid -19 mengharuskan kita mempringati secara sederhana. Menjaga keselamatan segenap anak bangsa wajib diutamakan. Memperingati kemerdekaan tidak mesti dirayakan dengan pesta. Ada bentuk lain untuk yang lebih bermakna. Yang terpenting tercermin rasa syukur dan semangat untuk menuju Indonesia yang lebih maju.

Seluruh instansi mulai dari pusat sampai daerah mesti menyesuaikan tema yang ditentukan Pemerintah. Kementerian Sekretariat Negara secara resmi telah mengumumkan tema dan logo yang gunakan. Logo Kemerdekaan RI ke-76 ini merupakan visualisasi tema yang diusung tahun ini, yaitu “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.” Tema itu mendeskripsikan nilai-nilai ketangguhan, semangat pantang menyerah untuk terus maju bersama dalam menempuh jalan penuh tantangan, agar dapat mencapai masa depan yang lebih baik.  

Hal yang paling elementer yang mudah kita lakukan untuk mengekspresikan kegembiraan dan rasa syukur kita atas kemerdekaan dengan memasang bendera merah putih satu bulan penuh mulai hari ini di halaman rumah masing-masing. Upacara dan keramaian yang berpotensi mengundang kerumunan harus kita hindari. Apalah artinya kita berkumpul sesaat yang akan mengakibatkan petaka dan derita berkepanjangan, ada yang terpapar Covid-19 dan dirawat di rumah sakit, atau bahkan meninggal. Jangan sampai acara HUT Kemerdekaan menjadi klaster baru pandemi Covid. Istana Negara telah memberi contoh denfan rencana menggelar upacara HUT Kemerdekaan secara virtual. Peserta upacaranya sangat terbatas.

Jika kita menginginkan "Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh," mesti ditopang dengan semua warga negara yang sehat dan sejahtera. Bukan warga yang lelah didera pandemi wabah yang berkepanjangan. Semua upaya melawan Covid-19 mesti kita dukung secara proporsional. Seruan untuk menaati protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pada momentum HUT Kemerdekaan mesti kita dengar dan laksanakan. Gerakan vaksinasi Covid-19 kita bantu untuk semua warga. Dengan mematuhi program-program pemerintah untuk penanggulangan Covid artinya kita sudah ikut membantu mewujudkan Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh.

Logikanya sederhana saja. Ketangguhan negara dan bangsa mesti ditopang oleh warga yang sehat dan sejahtera. Sehingga semua potensi pikiran, sumber daya manusia, dan anggaran tidak hanya habis untuk mengurus orang sakit, penyelenggaraan rumah sakit, pengadaan obat, pengurusan jenazah, dan lainnya. Kita tak ingin pendidikan untuk anak-anak menjadi terus terseok, terjadi berjuta pengangguran, pembangunan berbagai sektor terhenti. Dalam kondisi masyarakat yang sehat, diharapkan banyak hal yang dapat kita capai dengan cepat sesuai rencana. Dana ribuan triliun rupiah dapat untuk mempercepat laju pembangunan di semua sektor. Sehingga Indonesia tangguh dan tumbuh bukan sekadar slogan dan impian.

Pada momentum HUT Kemerdekaan RI ke-76 ini kita mengajak semua elemen bangsa bersama menyadarkan keluarga dan lingkungan bahwa kita hanya mampu menjadi bangsa yang tangguh dan tumbuh apabila kondisi kita semua sehat dan sejahtera, bukan sebagai bangsa yang terjajah pandemi Covid-19. Musuh kita bukan lagi bangsa lain, tapi pandemi Covid-19 dengan berbagai variannya.

Merdeka!