Catatan dari Senayan

Menyiapkan G20 di Tengah Pandemi

Menyiapkan G20 di Tengah Pandemi
Bisnis

Oleh: Imas Senopati

INDONESIA akan mengetuai kelompok G20 untuk pertama kalinya mulai tanggal 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022 nanti. Serah terima keketuaan dari Italia ke Indonesia akan dilakukan pada KTT G20 di Roma pada akhir Oktober nanti. Presiden Joko Widodo akan menerima langsung mandat presidensi itu. Kesempatan memimpin G-20, membuka peluang  Indonesia untuk memainkan peran penting di dunia, mengingat posisi G-20 yang sangat strategis saat ini. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan bahwa peran tersebut akan dilanjutkan saat Indonesia menduduki kursi Presidensi G20 nanti. Kita percaya pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemlu bersama.Kemenkeu   sebagai leading sector telah menyiapkan segala sesuatunya agar perteman G20 terselenggara dengan baik,  aman, dan lancar.  Yang menggembirakan tekad  Menlu  Retno yang mengatakan bahwa inklusivitas akan menjadi salah satu tema kunci dalam kepemimpinan Indonesia di kelompok 20 ekonomi utama (G20) pada 2022. Indonesia tak hanya akan memperhatikan kepentingan anggota,  juga kepentingan negara berkembang dan kelompok rentan.

Semuanya untuk menggarisbawahi semangat utama Indonesia menuju pemulihan bersama, usai masa pandemi COVID-19. Pada masa presidensi kita nanti. Indonesia akan memberikan perhatian besar kepada negara berkembang di Asia, Afrika, Amerika Latin, termasuk negara-negara kepulauan kecil di Pasifik dan Karibia,.Selain itu, berbagai kalangan termasuk perempuan, pemuda, akademisi, dan dunia usaha, juga akan turut dirangkul.

Pembentukan G20 tidak terlepas dari kekecewaan komunitas internasional terhadap kegagalan G7 dalam mencari solusi terhadap permasalahan perekonomian global yang dihadapi saat itu. Pandangan yang mengemuka saat itu adalah pentingnya bagi negara-negara berpendapatan menengah serta yang memiliki pengaruh ekonomi secara sistemik untuk diikutsertakan dalam perundingan demi mencari solusi permasalahan ekonomi global.

G20 adalah kelompok informal dari 19 negara dan Uni Eropa, serta pewakilan dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB). G20 merupakan forum ekonomi utama dunia yang memiliki posisi strategis karena secara kolektif mewakili sekitar 65% penduduk dunia, 79% perdagangan global, dan setidaknya 85% perekonomian dunia.

Pada tahun 1999, atas saran para Menteri Keuangan G7 (Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Prancis), para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20 mulai mengadakan pertemuan untuk membahas respon terhadap krisis keuangan global 1997-1999. Sejak saat itu, pertemuan tingkat Menteri Keuangan dilaksanakan secara rutin pada musim gugur. Pada tanggal 14-15 November 2008, Presiden AS George W. Bush mengundang para pemimpin negara-negara G20 dalam KTT G20 pertama untuk melakukan koordinasi respon global terhadap dampak krisis keuangan yang saat itu tengah terjadi di Amerika Serikat. Pada kesempatan itu, para pemimpin negara G20 sepakat utnuk melakukan pertemuan lanjutan. 

Pada 1–2 April 2009, London menjadi tuan rumah (Presidensi) KTT G20 kedua di bawah koordinasi PM Inggris Gordon Brown. Selanjutnya, KTT G20 ketiga dilaksanakan di Pittsburg pada 24 – 25 September 2009, di bawah koordinasi Presiden AS Barrack Obama. KTT G20 keempat selanjutnya diadakan di Toronto pada 26 – 27 Juni 2010 di bawah koordinasi  PM Kanada Stephen Harper. 

Di tahun yang sama, Presiden Korea Lee Myung-Bak memimpin KTT Seoul pada 11–12 November 2010. Kemudian berturut-turut KTT selanjutnya diadakan di Cannes, Prancis (2011); Los Cabos, Mexico (2012); St. Petersburg, Rusia (2013); Brisbane, Australia (2014); Antalya, Turki (2015); Hangzhou, RRT (2016); Hamburg, Jerman (2017); Buenos Aires, Argentina (2018); Osaka, Japan (2019).

Indonesia akan tercatat dalam.sejarah. untuk pertama kalinya menjabat presidensi dan tentu hasil KTT G-20 diharapkan  dapat bermanafaat untuk membangkitkan perekonomian dunia di saat pandemi yang masih melanda.