Menteri Terbaik Jokowi Versi Survei: Prabowo, Sri Mulyani, dan Erick Thohir

Menteri Terbaik Jokowi Versi Survei: Prabowo, Sri Mulyani, dan Erick Thohir
Menteri Terbaik Jokowi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin genap satu tahun memimpin Indonesia pada hari ini, Rabu (20/10). Sejumlah lembaga telah merilis hasil survei terkait kinerja menteri kabinet Indonesia maju sejauh ini meskipun hasil survei dirilis sebelum setahun Jokowi-Ma'ruf.

Dalam hasil survei sejumlah lembaga seperti Indo Barometer, hingga Charta Politika, terdapat 3 nama yang selalu muncul menjadi menteri dengan kinerja terbaik. Ketiga menteri itu yaitu, Menhan Prabowo Subianto, Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan wajar saja ketiga nama ini unggul di sejumlah survei. Sebab, ketiganya memang memiliki kinerja baik dan memiliki tingkat popularitas lebih dibanding para menteri lain.

"Jadi salah satu sebab utamanya memang karena faktor popularitas di mata publik dan popularitasnya punya efek yang positif," kata Burhanuddin saat dihubungi kumparan, Selasa (20/10).

"Kuncinya memang dua, satu secara teknokratik menteri memang harus bekerja secara baik kinerjanya, harus bisa dipertanggungjawabkan. Tapi di saat yang sama kalau tidak ada sosialisasi kepada publik, publik juga tidak tahu. Jadi dua syarat itu yang menjadi kriteria mengapa menteri dianggap terbaik oleh publik," imbuh dia.

Berikut rangkuman hasil survei kinerja menteri terbaik:

Indo Barometer

Indo Barometer merilis survei soal kinerja menteri Jokowi dalam 100 hari pemerintahan pada Februari 2020. Hasil survei lndo Barometer menunjukkan Prabowo jadi menteri yang memiliki kinerja paling baik dengan 26,8 persen.

Peringkat kedua ditempati Sri Mulyani dengan 13,9 persen sementara Erick Thohir berada di peringkat ketiga. Menkopolhukam Mahfud MD berada di peringkat keempat dengan 7,3 persen sementara Mendikbud Nadiem Makarim ada di peringkat kelima dengan 5,2 persen.

Ada sejumlah alasan mengapa Prabowo, Sri Mulyani dan Erick menempati ketiga tempat teratas. Prabowo unggul karena ketegasannya selama menjabat sebagai Menhan. Selain itu, Prabowo dianggap cocok jadi menhan karena sesuai keahliannya.

Sementara itu, Sri Mulyani memiliki kinerja baik karena sebelumnya hasil kinerjanya sudah terlihat dan sudah berpengalaman di bidangnya. Dan 31,7 persen responden Indo Barometer menyebut Sri Mulyani sosok yang pintar dan intelektual.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menjelaskan ada dua aspek yang mempengaruhi hasil survei tersebut. Pertama, pengenalan responden terhadap menteri dan kedua prestasi.

"Pak Prabowo itu sebetulnya ketika responden ditanya alasan memilih, macam-macam. Bukan cuma karena kinerja tapi karena aspek lain seperti kepribadian tegas lalu tepat di bidangnya," kata Qodari saat dihubungi hari ini.

"Sesuai dengan latar belakang misalnya Pak Prabowo Menteri Pertahanan latar belakangnya militer, Jenderal tepat kan. Atau misalnya menganggap kinerja ekonomi Indonesia baik karena Bu Sri Mulyani," jelas Qodari.

Untuk Erick Thohir, Qodari menjelaskan, ia dianggap berkinerja baik karena profesional dan mendapat exposure luas di masyarakat dalam kasus penyelundupan sepeda Brompton yang melibatkan sejumlah petinggi Garuda Indonesia.

"Itulah variabel yang membuat kenapa kemudian tiga orang ini menonjol," jelas Qodari.

Survei Indo Barometer dilakukan pada 9-15 Januari 2020 dengan melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Survei memiliki margin of error sebesar ± 2.83%, pada tingkat kepercayaan 95%.

Charta Politika

Charta Politika juga merilis hasil survei soal kinerja menteri terbaik Jokowi pada Juli 2020 lalu. Hasil survei Charta Politika tidak banyak berbeda dibandingkan Indo Barometer.

Peringkat pertama ditempati Prabowo sementara peringkat kedua ditempati oleh Sri Mulyani dan peringkat ketiga adalah Erick Thohir. Mahfud MD berada di peringkat keempat sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ada di peringkat kelima.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menjelaskan alasan mengapa para menteri ini dianggap memiliki kinerja terbaik.

Survei Charta Politika soal kinerja Menteri Jokowi Foto: Dok. Charta Politika© Disediakan oleh Kumparan Survei Charta Politika soal kinerja Menteri Jokowi Foto: Dok. Charta Politika

"Kebanyakan nama-nama yang muncul adalah yang memiliki tingkat pengenalan (awareness) yang tinggi atau pos kementeriannya mendapatkan sorotan media di saat situasi pandemi COVID-19," ujar Yunarto, Rabu (22/7).

Survei digelar pada 6-12 Juli 2020 melalui wawancara telepon dan melibatkan 2000 responden. Metode survei adalah simpel random sampling dengan margin of error 2,19 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Kriteria responden minimal 17 tahun atau memenuhi syarat menjadi pemilih di pemilu.

Indikator Politik Indonesia

Meski tak merilis survei secara spesifik soal kinerja menteri, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memahami mengapa 3 menteri dengan kinerja terbaik ditempati Prabowo, Sri Mulyani, dan Erick Thohir.

Burhanuddin mengatakan kinerja Ketum Gerindra itu dinilai baik karena dianggap sesuai dengan latar belakang Prabowo sebagai seorang mantan Danjen Kopassus. Selain itu, Prabowo juga memiliki popularitas yang tinggi karena maju sebagai capres sebanyak dua kali.

"Pak Prabowo ini kan kebetulan ditempatkan di posisi yang sesuai dengan portofolio. Pak Prabowo, dia menempati posisi yang sesuai dengan rekam jejak dan passion dia sebagai seorang mantan Jenderal," ucap dia.

Selain itu, Burhanuddin juga menjelaskan mengapa kinerja Sri Mulyani dianggap baik menurut survei. Menurut dia, Sri Mulyani dianggap mampu memberikan jaminan terhadap situasi ekonomi di masa sulit, seperti saat pandemi COVID-19 saat ini.

"(Sri Mulyani) dianggap memberikan garansi atas kebijakan ekonomi yang harus diambil oleh pemerintah terutama di masa pandemi sekarang. Bu Sri bersama dengan BI berhasil menjaga situasi ekonomi sekarang tetap dalam kendali pemerintah. Sehingga memberi keyakinan kepada pasar dan publik," jelas Burhanuddin.

Sementara itu, Burhanuddin mengatakan selain mengurus BUMN, Erick memiliki peran cukup banyak dalam pemerintahan Jokowi seperti dalam penanganan corona. Sehingga, kinerja Erick sangat diperhatikan masyarakat dan berdampak terhadap tingkat popularitas.

"Pak Erick salah satunya ini menteri yang cukup banyak tugas bukan hanya sekadar yang berkaitan dengan BUMN yang kita tahu bersinggungan dengan sekian banyak isu-isu besar, karena pandemi jadi Pak Erick banyak bersinggungan dengan publik sehingga mengerek approval dia di mata publik," ujar Burhanuddin.