Menteri PUPR: Ibu Kota Harus Jadi Kota Cerdas, Modern & Bertaraf Internasional

Menteri PUPR: Ibu Kota Harus Jadi Kota Cerdas, Modern & Bertaraf Internasional

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa di ibu kota yang baru nanti, pemerintah ingin mewujudkan kota cerdas dan modern berstandar internasional serta menjadi ikon urban design sebagai representasi kemajuan bangsa yang unggul,”

Langkah awal pemindahan ibukota, kata dia, dimulai pada tahun ini hingga 2020 pihaknya tengah menyiapkan desain kawasan, konsep tata ruang dan tata banguan  dan lingkungan.

“Akan kami tentukan dimana letak istananya, kantornya, perumahan, dan lokasi komersilnya,” kata Basuki usai memberi kuliah umum di hadapan 471 mahasiswa baru program pascasarjana Fakulta Teknik UGM di Grha Sabha Pramana, Selasa (27/8/2019).

Pihak dalam waktu dekat setelah anggaran sudah disetujuan juga akan membangun prasarana dasar dalam rangka membuka akses menuju lokasi ibukota.

“Kemudian kita bangun waduk untuk pasokan air bersih dan sarana transportasi dari kereta api dan listriknya. Selanjutnya perumahan dan perkantoran,” katanya.

Pembangunan sarana dasar berupa jalan ini ditargetkan akan dimulai pada pertengahan tahun depan. Apabila sarana dasar ini sudah dibangun diikuti dengan operkantoran dan perumahan maka proses pemindahan sudah bisa dilakukan tahun 2023.

“Pemindahan akan bertahap, mulai kantor utama PU dulu, kantor keuangan, kantor presiden dan itu bertahap,” katanya.

Lahan yang diperukan untuk pembangunan ibu kota ini seluas 180 ribu hektar namun untuk tahap awal menurutnya akan di bangun di lahan seluas 40 ribu hektar. “Bangunan utama di lahan seluas 40 ribu hektar,” katanya.

Terkait dengan dana pembangunan ibu kota baru sekitar Rp 460 T, pemerintah hanya menggunakan dana APBN sebesar 19 persen, sisanya dari hasil Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) 54 persen dan dari pihak swasta 26 persen. Keterlibatan swasta di sini menurutnya dalam bentuk investasi. “Misalnya invetasi di air minum, kalo bendungan kita yang bikin,” katanya.

Dalam waktu dekat pemerintah akan meresmikan jalan tol Samarinda-balik papan pada pertengahan Oktober ini. Sementara peletakan batu pertama pembangunan jalan ibu kota direncankan akan dimulai pertengahan tahun depan.

“Itu target kami, yang pentingnya prasarana  dasarnya dulu, aksesnya  dulu yang dibangun,” katanya. (MU)