InternasionalTak Berkategori

Menteri Ini Tegaskan Islam Bukan Bagian dari Jerman

BERLIN, SENAYANPOST.com —  Abaikan Merkel, Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer kembali menegaskan pandangannya bahwa Islam bukan bagian dari Jerman. Dia mengabaikan Kanselir Jerman Angela Merkel yang menentang argumennya tentang Islam.

Merkel menunjuk Seehofer, yang memimpin sekutu Bavaria-nya, sebagai menteri dalam negeri di bawah kesepakatan koalisi pada awal bulan ini. Namun, seminggu kemudian, Seehofer menyatakan siap telah menekan koalisi besar yang rapuh.

”Saya tidak akan mengubah (pandangan) politik saya,” kata Seehofer kepada majalah Der Spiegel, yang mengaku sangat terganggu oleh sikap Merkel yang menentangnya.

Seminggu yang lalu, Seehofer mengatakan kepada harian Bild bahwa Islam bukan bagian dari Jerman. Pernyataan yang sensitif itu mendorong Merkel untuk bereaksi cepat dengan menentang sekutu politiknya tersebut.”Islam telah menjadi bagian dari Jerman,” kata Merkel mematahkan pandangan Seehofer.

Jerman adalah rumah bagi sekitar 4 juta Muslim, termasuk banyak orang Turki yang telah tinggal di sana selama beberapa dekade serta migran dan pencari suaka yang tiba dalam beberapa tahun terakhir. Kebanyakan migran dan pencari suaka berasal dari Suriah, Irak dan negara lain yang dilanda konflik.

Seehofer, yang memimpin partai Persatuan Sosial Kristen (CSU)—saudara dari Partai Demokrat Kristen Merkel (CDU) yang merupakan partai pendukung Merkel—telah lama menjadi duri di dalam pemerintahan Kanselir Merkel. Seehofer terkenal sebagai penentang kebijakan imigrasi dan keberadaan migran di Jerman.

Dalam pidato pertamanya kepada parlemen sebagai menteri dalam negeri, Seehofer pada hari Jumat (23/3/2018) menjanjikan pendekatan tanpa toleransi baik terhadap perbatasan maupun untuk untuk membenci kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang dari keyakinan lain.

Seehofer juga mengatakan bahwa militan Islamis mengancam keamanan nasional. Dia juga menyerukan kontrol perbatasan antara negara-negara tetangga Uni Eropa.

Seehofer, yang selama krisis pengungsi 2015 berulang kali mengkritik kebijakan “pintu terbuka” Merkel bagi pencari suaka. Dia menegaskan kembali rencananya untuk menghentikan kedatangan migran dan memfasilitasi deportasi bagi mereka yang tidak berhak tinggal di Jerman.(WW)

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close