BUMN

Menteri Erick Bahas Ibu Kota Baru dengan Tony Blair & CEO Softbank

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Untuk membahas rencana pembangunan ibu kota baru, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir melakukan perjalanan dinas keduanya ke Jepang, bertemu dengan Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007 Tony Blair dan CEO Softbank Masayoshi Son.

“Saya mendapatkan kesempatan berharga untuk berdiskusi mengenai rencana pembangunan ibu kota negara dengan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair dan CEO Softbank, Masayoshi Son,” kata Erick, dikutip dari akun Instagram resminya @erickthohir, Jumat (31/1/2020).

“Dari diskusi ini saya mendapat banyak inspirasi yang insha Allah akan sangat baik dan membantu dalam proses implementasi pembangunan ibu kota negara yang telah direncanakan oleh Presiden Jokowi,” kata Erick.

Sebelumnya pada tahun lalu, dalam kunjungan kedua di Jepang, Erick bertemu dengan pimpinan pemerintahan dan perusahaan swasta Jepang untuk menggali potensi kerja sama dengan BUMN dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), manajemen, teknologi, dan investasi.

Dalam unggahan di Instagramnya, @Erickthohir, pada Jumat (22/11/2019), Erick mengunggah pertemuannya dengan tiga tokoh di Jepang yakni Masayoshi Son, CEO SoftBank, Japan Minister of State for Economic and Fiscal Policy (Menteri Negara Urusan Ekonomi dan Fiskal Jepang) Yasutoshi Nishimura, dan CEO and Executive Managing Director, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Tadashi Maeda.

“Perjalanan dinas kedua, saya bertemu pimpinan pemerintahan dan perusahaan swasta Jepang untuk menggali potensi kerja sama dengan BUMN dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, management, technology, dan investasi,” kata Erick dalam unggahannya.

“…agar BUMN di Indonesia bisa bersaing dalam berbisnis,” tegasnya.

“Kunjungan kerja pertama ke luar negeri – Dubai dan Abu Dhabi, berjalan lancar. Saya harap dengan kunjungan kerja ini dapat membuka jalan untuk meningkatkan kerjasama kedua negara,” tegas Erick dalam unggahan perjalanan dinas pertamanya.

“Dan semoga perusahaan-perusahaan BUMN bekerja profesional, transparan, efisien dan berkembang sehingga meningkatkan pemasukan negara untuk kesejahteraan rakyat, membuka peluang ekspor produk Indonesia ke luar negeri dan membuka lapangan kerja baru untuk generasi muda,” katanya.

Dalam keterangan resmi Rabu (20/11/2019), Erick mengatakan, dirinya bertemu dengan Menteri Negara Urusan Ekonomi dan Fiskal Jepang Yasutoshi Nishimura di sela kunjungannya ke Jepang. Keduanya, membahas peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi.

Pada pertemuan itu, Erick memberi apresiasi pemerintah Jepang yang telah menunjukkan komitmennya dalam mendorong investasi di Indonesia, khususnya di bidang infrastruktur. Menurut Erick, kedua negara masih punya peluang untuk kerja sama di bidang lain.

“Indonesia dan Jepang merupakan sahabat yang memiliki hubungan khusus. Saya yakin sekarang merupakan momentum yang bagus untuk meningkatkan kerjasama di mana Indonesia perlu berkolaborasi dengan Jepang dalam hal teknologi dan peningkatan skill SDM,” katanya dalam keterangan tertulis.

Menurut Erick, Jepang juga butuh bantuan Indonesia dalam hal penyediaan tenaga kerja terampil.

“Kita perlu saling melengkapi, saling bersinergi terutama untuk tenaga kerja. Kerja sama ini tentunya sesuai dengan visi Presiden yaitu meningkatkan kapabilitas SDM kita,” ujarnya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close