Menpora Serahkan Bonus SEA Games Hari Ini

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menyerahkan bonus bagi para atlet peraih medali di SEA Games 2019 di Hotel Sahid, Jakarta, malam ini (12/12/2019).

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan bonus akan diserahkan langsung Menpora Zainudin Amali. Ia juga memastikan penyerahan bonus bakal dibuat serempak untuk atlet dan staf pelatih.

“Pemberian bonusnya serempak. Yang hadir adalah atlet dan pelatih yang sudah kembali ke Jakarta, karena ada yang baru pulang hari ini atau besok karena keterbatasan waktu penerbangan. Intinya dipastikan bonus akan diberikan Kamis,” kata Gatot.

“Mereka akan terima buku tabungan yang sudah diisi bonus. Kenapa besok dikasih bonusnya? Kenapa tidak seperti Asian Games yang lebih cepat? Karena ini lokasinya jauh di Filipina, butuh waktu pulang. Jadi supaya gemanya tidak terlalu lama, kami akan berikan sehari setelah penutupan (SEA Games 2019},” imbuhnya.

Skema pemberian bonus, lanjut Gatot, masih sama dengan sebelumnya. Tapi, besaran bonus yang didapat para peraih medali dipastikan Gatot mengalami kenaikan yang belum bisa dipastikan jumlahnya.

“Yang jelas jumlahnya beda dari empat SEA Games terakhir. Sekarang besarannya beda, lebih besar. Saya lupa nominalnya berapa, yang jelas naik,” ujarnya.

Gatot menjelaskan tidak semua atlet peraih medali yang mendapatkan bonus bakal naik ke atas panggung. Mereka akan diwakili atlet dari cabang olahraga yang menjadi juara umum di gelaran SEA Games 2019, seperti pencak silat, dayung, boling, dan menembak.

“Besok juga akan diundang ke atas panggung Edgar [peraih dua medali emas wushu di SEA Games 2019] sebagai apresiasi pemerintah atas prestasi yang diraih saat sedang berduka tapi dia masih bisa kasih yang terbaik,” ungkap Gatot.

Selain pemberian bonus, Kemenpora juga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) khusus bersama stakeholder olahraga. Rakor tersebut dikatakan Gatot sebagai bagian dari keseriusan Menpora Zainudin terhadap perkembangan dunia olahraga tanah air.

“Sebab pada saat uji kelayakan, Presiden lebih banyak membicarakan soal olahraga. Pak Menteri ingin menterjemahkan keinginan Presiden. Selain stakeholder olahraga, ada juga dari kementerian terkait, seperti Mendagri, Mendikbud, BUMN, pemangku kepentingan sampai Kadispora seluruh Indonesia,” terangnya.