Internasional

Menlu AS akan ke Korut untuk Bahas Pelucutan Nuklir

WASHINGTON, SENAYANPOST.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dilaporkan akan kembali bertolak ke Korea Utara (Korut) untuk membahas rencana Kim Jong-un melucuti senjata nuklir negaranya.

Mengutip empat sumber, Financial Times melaporkan Pompeo terpaksa membatalkan rencananya bertemu Menlu India di Washington pada 6 Juli mendatang karena harus bertolak ke Pyongyang.

Dilansir Reuters, pejabat Kementerian Luar Negeri AS menolak mengonfirmasi laporan Financial Times ini. Mereka juga menyatakan tidak ada jadwal kunjungan Pompeo dalam waktu dekat yang dapat dipublikasikan seperti biasanya.

Namun, pekan lalu mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) itu mengatakan akan kembali berkunjung ke Korut dalam waktu dekat “sebelum terlalu lama” menyempurnakan komitmen yang dibuat Trump dan Kim Jong-un di Pulau Sentosa.

Di depan Senat, Rabu (28/6), Pompeo juga meyakini bahwa rezim Kim Jong-un mengerti keinginan AS secara menyeluruh terkait perlucutan senjata nuklir sepenuhnya seperti yang dinegosiasikan kedua pemimpin sebelumnya.

“Kami sudah cukup jelas dalam percakapan kami tentang apa yang kami maksud dan inginkan ketika berbicara tentang denuklirisasi secara menyeluruh,” kata Pompeo dalam sidang subkomite Senat.

Jika benar, lawatan Pompeo ke Korut kali ini merupakan yang perdana setelah Presiden Donald Trump bertemu dengan Kim Jong-un di Singapura pada 12 Juli lalu.

Sejauh ini, Pompeo telah dua kali berkunjung ke Korut. Lawatan pertama dilakukan sekitar April lalu saat dirinya masih menjabat sebagai Direktur CIA.

Kunjungan itu dilakukan untuk mempersiapkan pertemuan bersejarah Trump dan Kim Jong-un di Singapura.

Kunjungan kedua dilakukan Pompeo pada Mei lalu guna mengurus pembebasan tiga warga AS yang masih ditahan Korut.

Meski mencetak sejarah karena menjadi presiden AS pertama yang bertemu dengan pemimpin Korut, Trump tetap mendapat kritikan setelah bertemu dengan Kim Jong-un.

Sejumlah analis menganggap pertemuan Trump gagal karena tidak menghasilkan perjanjian denuklirisasi yang konkret dan terperinci.

AS juga tidak memberikan tenggat waktu yang jelas demi memastikan Korut melakukan proses perlucutan senjata nuklir.

Jauh sebelum pertemuan di Singapura berlangsung, Trump dan Kim Jong-un kerap saling hina dan melontarkan ancaman perang. Puncak ketegangan kedua negara terjadi sepanjang 2017 lalu, ketika Korut terus menguji coba senjata rudal dan nuklirnya.

Namun, sehari setelah bertemu Kim Jong-un, pandangan Trump terhadap pemimpin negara terisolasi itu berubah 180 derajat. Melalui Twitter, Trump menyebut sudah tidak ada lagi ancaman nuklir Korea Utara. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close