Nasional

Menko Polhukam: Aparat Keamanan Keras dan Tegas Bukan karena Kejam

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan, aparat keamanan terkadang memang perlu melakukan tindakan keras dalam melaksanakan tugas mereka, seperti memberantas terorisme dan radikalisme.

Meski demikian, menurut Wiranto, hal itu bukan berarti aparat bersikap kejam terhadap rakyat yang seharusnya mereka lindungi.

“Kalau ada langkah-langkah aparat keamanan yang keras, yang tegas, itu bukan karena kita kejam, bukan,” ujar Wiranto usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Senin, 26 November 2018.

Mantan panglima ABRI ini menyampaikan, tindakan tersebut sejatinya adalah pelaksanaan tugas mulia untuk menjaga persatuan dan perdamaian negara.

“Kita menjaga betul warisan dari para pendahulu kita berupa negeri yang aman, damai, dan bersatu. Karena NKRI harga mati,” ujar Wiranto.

Lebih lanjut, Wiranto menyampaikan, tindakan keras juga akan dilakukan untuk menindak radikalisme yang sebelumnya diindikasikan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) disebarkan di 41 masjid di lingkungan pemerintah.

Wiranto menegaskan tindakan tersebut perlu karena radikalisme merupakan ancaman yang sangat besar terhadap bangsa jika memang terbukti memiliki potensi berkembang di 41 masjid itu.

“Kalau sudah terjadi sesuatu yang lebih berat lagi itu harganya mahal sekali. Nilai yang harus kita bayar untuk sesuatu kekacauan itu mahal, jangan sampai kita ke sana. Tugas saya dan teman-teman aparat keamanan mencegah jangan sampai itu terjadi,” ujar Wiranto.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close