Nasional

Menhan Prabowo Temui Menko Polkan Bahas Penculikan WNI Oleh Abu Sayyaf

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kabar penculikan tiga orang WNI oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina ditanggapi serius oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Untuk itu Prabowo dan Menko Polhukam Mahfud MD.menggelar pertemuan tertutup selama 15 menit di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Jumat (13/12/2019).

Prabowo yang ditemui usai pertemuan mengatakan, dirinya dan Mahfud membahas tiga warga negara Indonesia (WNI) yang disandera di Filipina.

“Sudah berita umum, ya, ada tiga WNI disandera di Filipina,” tutur Prabowo.

Sebelumnya tiga WNI diculik oleh kelompok teroris Abu Sayyaf di Lahad Datu, Sabah, pada September 2019. Identitas ketiga sandera itu adalah Maharudin Lunani (48), putranya yang bernama Muhammad Farhan (27), serta seorang bernama Samiun Maneu (27).

Ketiga sandera tersebut berprofesi sebagai nelayan. Mereka diculik dari kapal pukat nelayan yang terdaftar di Sandakan, perairan Tambisan, Malaysia.

Namun, Prabowo tidak memerinci lebih lanjut pembicaraannya dengan Mahfud terkait ketiga WNI itu. Ketua umum Gerindra itu juga belum bisa membeber upaya pemerintah dalam rangka membebaskan tiga WNI.

“Kami akan membahas nanti,” ungkap dia.

Selain itu, Prabowo juga membicarakan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan Mahfud. Mantan Danjen Kopassus itu menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memintanya mengkaji ulang pembelian alutsista yang terlalu mahal.

“Kami sedang me-review, mengkaji. Kami diperintah menego kembali begitu oleh Bapak Presiden. Ya, kami pelaksana, jadi, ya, kami harus pandai-pandai untuk menjaga kepentingan nasional,” tuturnya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close