Nasional

Menhan Mengaku Heran Ada Ulama Anti-Persatuan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu heran dengan adanya ulama-ulama yang anti persatuan, dan anti NKRI. Dia menyebut ulama tersebut sebagai ulama nggak jelas.

Ryamizard bercerita peran ulama dalam merebut kemerdekaan dari negara kolonial. Ulama bersatu sehingga membentuk kekuatan yang besar.

“Jadi, Islam di Indonesia yang damai ini memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia sejak jaman Belanda, tiga setengah abad, para ulama bersama umatnya tidak pernah surut melakukan perlawanan dalam kolonial Belanda,” ucap Ryamizard dalam sambutan simposium Perang Mindset Pada Era Keterbukaan Informasi, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

“Karena itu ulama tersebar di seluruh penjuru Indonesia jadi tokoh perlawanan penjajah Belanda, nah ini saking kuatnya, heran orang Belanda ini sampai mereka belajar bahasa Arab,” sambung Ryamizard.

Peran ulama penting dalam perjuangan kemerdekaan. Mereka terus berjuang sampai akhirnya Indonesia merdeka.

“Kegigihan mereka berujung kemerdekaan 17 Agustus 1945 jelas betapa besarnya peran ulama dalam menjaga keutuhan NKRI,” kata Ryamizard.

Kemudian, Ryamizard melihat ada beberapa ulama nggak jelas yang tidak mencintai NKRI. Mereka tidak paham bahwa ulama punya peran penting dalam berdirinya bangsa.

“Saya nggak ngerti nih, ulama-ulama sekarang, di mana dulu bapaknya, nenek moyangnya nggak pernah berjuang makanya kaya begitu tuh kelakuannya. Kalau ulama dulu-dulu, nah ini berjuang nih. Baru belajar sedikit di Arab sudah nggak jelas. Tambah lama tambah nggak jelas aja itu,” kata Ryamizard.

Bagi Ryamizard, Islam di lndonesia berciri damai dan menjaga persatuan. Bukan Islam yang melakukan tindakan teror.

“Pada Islam Indonesia yang sebenarnya adalah Islam yang penuh damai dan menjunjung tinggi nilai persatuan, nasionalisme, dan toleransi. Memang Islam itu di mana saja rahmatan lil alamin bukan teror-teror begitu,” ucap Ryamizard.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close