TNI

Menhan Beri Perhatian pada Persoalan Lahan Pelatihan Kopassus

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Agraria dan Tata/Badan Pertanahan Nasional (BPN) soal status peminjaman lahan untuk pelatihan prajurit Kopassus TNI AD.

Lahan seluas 7.145 hektare itu terletak di kawasan Situ Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Ryamizard mengatakan akan meminta kepada Kementerian ATR/BPN dan KLHK agar lahan tersebut tidak digunakan untuk komersil dan akan digunakan Kopassus.

“Ini penting. Jadi, jangan sampai kalau (lahan) digunakan untuk komersil malah diberikan. Itu sangat merugikan, apalagi sampai pohon ditebangi yang berdampak banjir,” ujar Ryamizard di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta, belum lama ini.

Ia memastikan apabila lahan tersebut diperuntukan kepada tentara, tidak akan merusak hutan di sana. Bahkan, menurutnya tentara justru ikut menjaga hutan agar tidak terjadi kasus pencurian kayu.

Pernyataan Ryamizard tersebut, menyusul laporan dari Danjen Kopassus Mayjen Eko Margiyono perihal peliknya izin pemakaian lahan hutan untuk latihan pasukan Kopassus.

Eko mengatakan surat perizinan yang dikeluarkan KLHK masih berstatus ditunda. Padahal, menurut Eko, proses pengajuan pinjam kawasan hutan Situ Lembang Bandung sudah diberikan kepada Menhan sejak 23 Desember 2017.

Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Pothan) Kemenhan pun telah melakukan survei terkait penyelesaian kelengkapan administrasi untuk perizinan kebutuhan lahan pinjam pakai di Situ Lembang.

“Hasil survei menyebutkan bahwa lahan yang dibutuhkan sekitar 7.145 hektare. Rinciannya, kawasan cagar alam 3.825 hektare dan kawasan hutan produksi sekitar 3.320 hektare,” Terang Eko saat memberi laporan pada Ryamizard.

Eko mengatakan Ditjen Pothan pun telah melayangkan dua surat kepada KLHK. Surat pertama berisi tentang peminjaman kawasan hutan lindung seluas 3.320 hektare sebagai daerah latihan Kopassus. Selanjutnya, surat kedua berisi tentang pengajuan cagar alam seluas  3.825 hektare yang juga untuk daerah latihan.

“Jadi dari dua surat tadi, satu sudah setujui hanya 284 hektar, yang satu lagi belum ada kepastian,” terang mantan Gubernur Akademi Militer tersebut.

Eko pun berharap laporan yang disampaikan kepada Ryamizard bisa segera ditindaklanjuti dan mendapatkan hasil positif.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close