Opini

Mengkritisi Survei Litbang Kompas

Tadi pagi tibalah apa yang saya tunggu, yaitu kabar dari teman bahwa Kompas akan merilis hasil survei.

Pesan di grup WA masuk hasil-hasil riset Litbang Kompas, jarak elektabilitas makin dekat. 01 49,2% dan 02 37,4% dengan belum menentukan 13,4%. 01 di bawah 50%.

Di Kompas hasil Maret dibandingkan dengan hasil Oktober. 01 52,6% dan 02 32,7% dengan tidak menentukan 14,7. Selisih menipis dari 19,9% menjadi 11,8% selisih turun 8,1%. 01 turun 3,4% 02 naik 4,7% tidak menentukan turun 1,3%. 3,4%+1,3%=4,7%.

Pertanyaan bermula apakah sampai Oktober dan Maret sama? Sebab pergeseran sangat presisi dan otomatis dari turunnya 01 dan tidak menentukan langsung jadi kenaikan elektabilitas 02.

Apa benar seperti itu? Bisa saja tidak pilih 01 dia menjadi tidak menentukan pilihan. 1,3% yang menentukan di Maret juga bisa saja pilih 01.

Rasanya data ini perlu dibuka Litbang Kompas. Ekstrapolasi hukumnya terdistribusi proporsional kenapa pindah semua ke 02?

Logikanya jika presisi berkorelasi maka sampelnya harus sama. Saya lihat di koran Kompas, survei Litbang Kompas samplenya ternyata berbeda antara bulan Oktober dengan Maret. Maret 1200 menjadi Oktober 2000. 300 menjadi 500 desa.

Kenapa jumlah sample tidak sama saja supaya tahu penurunan karena perpindahan pilihan secara otomatis.

Sample sama supaya tidak bias tidak lagi pilih 01 langsung pindah ke 02.

Survei Maret itu angka presisi langsung pindah. 01 turun 3,4%+ rahasia turun 1,3% = 4,7% kenaikan 02.

Rasa janggal turun 01 dan rahasia otomatis pindah 02 sample yang beda. Terasa ada pencocokan korelasi secara presisi Oktober dan Maret dengan sample yang beda. Lebih terpercaya kalau terpisah satu sama lain prosentasenya.

Surya Fermana, Penggiat Logika

KOMENTAR
Tags
Show More
Close