Internasional

Mengenal Sistem Pertahanan Udara Tor-M1, Rudal Iran yang Jatuhkan Pesawat Ukraina

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Akhirnya, Iran mengakui bahwa pesawat milik Ukraine International Airlines yang jatuh pada Rabu (8/1/2020) di Teheran jatuh karena tertembak rudal milik mereka.

Kini pertanyaan yang mengemuka adalah, alat misil apa yang ditembakkan Iran hingga mampu membuat 176 orang tewas seketika?

Dalam video yang beredar, pesawat jenis Boeing 737-800 itu tampak terbakar di langit. Banyak yang menilai bahwa itu adalah akibat tembakan rudal asal Rusia, yakni Tor-M1.

Dikutip dari The Moscow Times, Federasi Ilmuwan Amerika pernah meneliti serta menganalisis ancaman bencana bagi keamanan nasional dan internasional. Salah satunya sistem misil Tor-M1 yang dirancang untuk mematikan target pada ketinggian hingga 6.000 meter (20.000 kaki) dan jarak 12 km (7,5 mil).

Sistem Tor ini juga dilengkapi dengan sistem seperti sekam. Fungsinya membingungkan radar dan suar yang menjadi objek penyerangan. Akibatnya, serangan seperti sudah tidak bisa dihindari lagi.

Pun dengan pesawat Ukraina International Airlines yang usai dua menit terbang dan baru berada di ketinggian 8 ribu kaki (2.400 meter). Pesawat ini juga diketahui tidak memiliki fitur pertahanan.

Peneliti di Middlebury Institute of International Studies Michael Duitsman menyebut mustahil awak pesawat punya waktu untuk bereaksi terhadap rudal apa pun.

“Mereka mungkin bahkan tidak akan melihatnya datang,” kata Duitsman. “Tepat setelah lepas landas, pilot mungkin disibukkan dengan hal-hal lain.” Lanjutnya.

Untuk menyerang target, operator Tor harus mengidentifikasinya di layar radar dan mengarahkan rudal untuk diluncurkan. Ada beberapa pesawat sipil lain di sekitar pesawat naas ini ketika jatuh. Jaraknya hanya beberapa kilometer dari bandara. Semua pesawat itu akan terlihat di layar radar baterai Tor serta radar sipil di bandara.

Iran sendiri sudah mengakui jatuhnya pesawat itu disebabkan karena adanya human error dan pesawat tersebut terbang di wilayah yang berdekatan dengan lokasi militer sensitif. Bukan tidak mungkin, jika ada kesalahan ganda dalam mengidentifikasi radar, maka pesawat lainnya juga terkena rudal Tor-M1.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close