Opini

Mengatasi Masalah Covid-19 Tanpa Masalah

Oleh : Fauzi Rahman

SETELAH tiga bulan stay at home dengan segala suka dukanya, setelah banyak belajar tentang pandemi covid-19 dengan segala gaya dan tipikalnya maka kita harus mulai mencoba bersikap untuk hidup realistis dan “berdamai” dengannya, kita tidak boleh terus menerus “mendekam” di rumah.

Setelah “ bergaul” cukup lama dan mengenal prilaku covid-19, harus menyikapi dengan cara hidup yang baru yang sekarang trend dengan istilah new normal.

Mungkin lebih tepat kalau diistilahkan dalam bahasa kita kebiasaan baru atau kelaziman baru dalam segala aktifitas, dengan cara, gaya dan prilaku hidup baru yang tidak lagi paranoid atau takut berlebihan pada virus.

Tentu dengan mematuhi segenap protokolnya, protokol harus dijadikan kebiasaan baru yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan tertib dari individu kita semua.

Dengan demikian setelah menjadi kebiasaan lalu kita harus yakin bahwa setiap kesulitan pasti selalu terbit sinar kemudahan, sebagaimana disebutkan dalam QS, al-Insyirah فاءن مع العسر بسرا maka sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan, ada siang ada malan, ada gelap ada terang, begitu pula dengan pandemi covid-19 ini.

Semboyan Pegadaian di atas sengaja saya pinjam untuk judul tulisan ini sebagai deskripsi dalam memotret tentang pandemi yang diprediksi akan relatif lama, tak ada satu pakarpun dari negara manapun yang mampu memastikan kapan covid-19 pasti berakhir.

Dengan demikian setidaknya kita harus berusaha keluar dari cara hidup lama beralih dengan cara hidup baru. Sudah saatnya masyarakat move on dan mulai beraktifitas bebas dengan cara kelazimaan baru, artinya profesi apapun yang selama ini ditekuni harus dimulai lagi dengan tingkat kewaspadaan yang terukur dari segi kesehatan dan penularan

Sebagai manusia beriman maka harus selalu ingat bahwa setiap peristiwa, musibah dan ujian pasti Tuhan telah menyiapkan hikmah yang banyak, ada beberapa hal yang bisa dikemukakan pada tulisan ini, antaranya:

1. Mendidik manusia agar selalu waspada, covid-19 ini mengajari kita untuk waspada dengan cara menjaga kebersihan, berprilaku sehat, dan terus melakukan hal baik bagi dirinya maupun orang lain.

2. Mendinamisasi proses transisi sikap manusia untuk disesuaikan dengan kondisi yang melingkupinya, inilah yang juga penting, dengan adanya virus ini menyadarkan kita bahwa keadaan dan alam berubah, manusia sebagai satu-satunya mahluk yang dikarunia akal harus menyesuaikan dengan keadaan.

3. Membentuk personalitas yang lebih tangguh karena ditempa dan dibentuk oleh keadaan pandemi ini, personalitas seseorang tidak akan pernah matang kalau tidak dididik oleh banyak peristiwa, baik yang menyenangkan atau yang menyusahkan.

4. Mengefektifkan cara berfikir yang dinamis, dengan mengalami banyak tantangan kehidupan biasanya merangsang otak untuk berfikir lebih keras dan dinamis, dari sinilah wawasan kita akan bertambah luas, dengan pandemi ini kita banyak belajar ilmu kesehatan, pengetatahuan problem solving dan seterusnya

Mari kita bersama-sama belajar hidup dengan kelaziman baru dari sekarang dengan segala perangkat yang harus disia, sudah cukup jadi kepompong dan saatnya jadi kupu-kupu yang indah.

Salam new normal

*Fauzi Rahman, Alumni PP Raudlatul Muta’allimin Situbondo, PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo dan Fak Syariah UIN SUKA Yogyakarta.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close