Mengapa Laju Ekonomi RI Tak Sepesat China? Ini Penjelasan Erick Thohir

Mengapa Laju Ekonomi RI Tak Sepesat China? Ini Penjelasan Erick Thohir

JAKARTA, SENAYANPOST.com - China mengumumkan bahwa perekonomiannya tumbuh hingga 18,3 persen pada kuartal I 2021. Menyikapi hal ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan sejumlah alasan perekonomian Indonesia tidak bisa tumbuh sepesat China.

Pertama, menurut Erick, Indonesia memiliki target pasar besar namun tidak sebesar China. Beijing, katanya, memiliki pasar yang luar biasa luas dengan sekitar 1,4 miliar penduduk. Sementara itu, Indonesia hanya memiliki 273 juta penduduk.

Kedua, Erick menganggap China memiliki modal kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni.

"Mereka punya human capital yang luar biasa, bisa bikin mobil listrik, ponsel pintar, dan berbagai teknologi luar biasa dan terobosan lain. Itu juga didukung dengan infrastruktur yang kuat," kata Erick saat menjadi salah satu pembicara webinar MilenialFest dan PPI Belgia, Sabtu (17/4/2021).

Menurut Erick, Indonesia masih merupakan negara berkembang dan memiliki beberapa kekurangan. Salah satu yang ditegaskan Erick adalah terkait biaya logistik yang masih mahal.

"Selain itu dari segi human capital (Indonesia) juga masih kalah bersaing," ucap Erick menambahkan.

Kendati demikian, menurut Erick, Indonesia bisa meraih ketertinggalan itu. Erick berharap di era pandemi corona, Indonesia masih bisa terus membangun dan berinovasi.

Erick memaparkan dengan menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat, Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan potensi pasar yang besar itu untuk mempercepat laju perekonomian.

"Kita juga memiliki tabungan alam yang melimpah, tapi ya berbeda strateginya dengan dulu. Sekarang kita tidak mau menjual barang mentah, jadi kita pakai konsep hilirisasi," kata Erick.

Selain itu, Erick juga menyinggung potensi ekonomi digital yang besar di Indonesia. Menurutnya, dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, masyarakat harus sudah bisa menikmati hasil dari pertumbuhan dari ekonomi digital Indonesia.

"Karena itu, kami yakin (perekonomian) Indonesia akan tumbuh, tidak setinggi China, tapi kita akan tumbuh di angka 5-7 persen tumbuh secara konsisten ke depan," ujar Erick. (Jo)