Opini

Mengapa Kelompok NU Selalu Menang?

Oleh : Shuniyya Ruhama

SUATU hal yang cukup mengherankan ialah, mengapa dalam semua gesekan dan konflik hingga perang fisik dipastikan selalu endingnya NU yang menang?

Padahal tak terhitung lagi berapa kali NU di-bully, didzolimi, digencet, disakiti hingga pernah terancam hendak dibubarkan. Dan faktanya lebih sering tidak membalas.

NU hanya membalas ketika menghadapi Belanda, Jepang, Sekutu, PKI dan gerombolannya, serta DI/TII dan gedibalnya.

Tapi ketika berhadapan dengan Pemerintah Orba selalu tenang menghanyutkan sampai Orba kejlungup sendiri.

Dan selalu istiqomah begitu sampai saat ini, ketika ditabrak oleh berbagai kalangan pembenci, pencaci, pemfitnah dan sejenisnya.

Seperti yang sudah-sudah, endingnya selalu sama. Para pembenci, pencaci, pemfitnah sendirilah yang tumpes kelor, hancur lebur, remuk redam sendiri.

Jadi keingetan dhawuh Mbah Yai jaman dulu tahun 1990-an waktu ngaji. “NU itu menang karena bolonya buaaanyak sekali. Kalau Ketua NU, Gus Dur dhawuh jumlahnya 40 juta itu salah. NU sak bolonya itu milyaran jumlahnya”,

Loh kok bisa Mbah? ” tanya Shuniyya.

“Lha iya, silakan saja dibuktikan. Kalau pas kita berdoa terutama hadrohan itu. Yang disebut siapa saja?

– Nabi Muhammad SAW, Istri-istri beliau (azwajihi), Keluarga beliau (alihi), putra putri beliau (awladihi), ahlulbait rosulillah (ahli baytihi), keturunan beliau (dzurriyyatihi),

– Para Nabi dan Rosul (ikhwanihi minal anbiya-i wal mursalin), para Wali (Al awliy‘), Orang yang mati syahid (Syuhada’), orang-orang sholih (ash sholihin), Shohabat, Tabi’in, Tabi’it Tabi’in, para ulama yang mengamalkan ilmunya (Ulama Al ‘Amilin), Mushonnif Al Mukhlashin (Penyusun Kitab yang ikhlas), Suthon Awliya’Syaikh Abdul Qodir Al Jailani RA (Raja para wali).

– Bapak dan Ibu kita semua (aba ana wa ummahatina), semua nenek moyang kita (waajdadana wa jaddatina), para Kyai (masyayikh), para Kyainya Kyai kita (Masyayikho masyayikhina), Guru kita (asatidzatana), para Gurunya Guru kita (asatidzata asatidzatina),

-Kaum Muslimin dan Muslimat, Kaum Mukminin dan Mukminat al ahya-i minhum wal amwat (yang masih hidup maupun yang sudah wafat), min masyariqil ardli ila maghoribiha (dari timur hingga baratnya Bumi), barriha wa bahriha (daratannya ataupun lautannya Bumi),

Itu berapa jumlahnya?

Belum lagi sebutan “Wal malaikatil muqorrobin” (dan para malaikat).

Itu jumlahnya miliyaran. Karena itu kita gak usah takut. Pasti menang. Pasti jaya. Pasti masuk surga selamat dari neraka. Pasti diridloi Gusti Allah. Pasti dapat syafaa’at Kanjeng Nabi. Dengan ijin Gusti Allah SWT. Haqqul yaqin bi-idznillah”

Kamipun menjadi yakin seyakin-yakinnya. Hingga hari ini kalau ada pengumuman klaim bahwa warga NU jumlahnya sudah 120 juta. Aku hanya senyum.

Boleh saja warga NU cuma 120 juta, tapi bolonya ada miliyaran.
Salam cinta NU.
Salam cinta NKRI.
Salam kemenangan..

KOMENTAR
Tags
Show More
Close