Mengapa Aksi Teror Terus Berulang?

Mengapa Aksi Teror Terus Berulang?
Oleh: Ansyaad Mbai*

SAYA heran setiap ada aksi teror, para pejabat selalu buru-buru membuat pernyataan; “teroris tidak ada kaitan dengan agama”. Saya paham tujuannya untuk menghindari reaksi berdasarkan sensitivitas keagamaan sehingga terjadi polemik politik. Tetapi sadarkah kita bahwa itu berarti juga mengalihkan fokus pemahaman terhadap terorisme?

Agama memang tidak mengajarkan terorisme, tetapi para teroris dan para ideolognya yakin bahwa aksi mereka adalah demi agama. Bagi mereka targetnya adalah musuh agama. Jadi fokus pembahasan kita dalam penanganan terorisme adalah paham keagamaan seperti apa yang mereka yakini sehingga mereka nekat seperti itu. Tanpa kemauan mengidentifikasi core problem ini dan tanpa kemauan dan ketegasan bersikap dan bertindak tegas terhadap inti masalah terorisme yang mengatasnamakan agama ini maka aksi teror akan terus berulang.

Setiap terjadi aksi teror kita kembali bussiness as usual menghabiskan energi untuk berdebat tentang hal di luar core problem ”penyesatan atau manipulasi atau distorsi pemahaman ajaran agama”.

Kita selalu hanya menyoroti para pelaku lapangan dan aparat di lapangan, padahal mestinya yang perlu kita soroti adalah mereka para penyebar paham keagamaan yang dimanipulasi seperti; paham kenegaraan khilafah, takfiri, al hakimiyah, jihad, hijrah, dan seterusnya. Akibat dari menghindari pembahasan inti masalah ini kita selalu gagal fokus dan sekadar menunjukan bahwa kita serius sementara teror terus berulang. 

Terorisme mengatasnamakan agama ini tidak bisa hanya menyerahkan penanganannya kepada aparat keamanan TNI-Polri saja. Sudah ribuan teroris ditangkap dan diajukan ke pengadilan adalah bukti bahwa apakah kita sudah bekerja keras. Namun kalau akar masalahnya tidak ditangani maka setiap saat kita akan dikejutkan. 

Para pelaku teror di lapangan bisa ditangani oleh aparat keamanan tetapi menyangkut akar masalah (paham radikal) harus ditangani melalui pendekatan politik dan ideologi....terrorism is political, ideologically-motivated violence.

Tokoh-tokoh penyebar ideologi radikal mudah dikenali kasat mata dan kasat kuping. Mencari mereka tidak perlu memakai satuan intelijen, cukup membuka WA, FB, Twitter, akan terlihat lengkap dengan bukti rekaman . 

Nah, sekarang pilihan kita tinggal mau menghentikan ancaman terhadap bangsa dan negara ini secara sungguh-sungguh atau sekadar basa basi seolah-olah serius melindungi rakyat dengan pernyataan retorika?

*Irjen Pol (Purn) Drs. Ansyaad Mbai, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme