Mengaku Menyesal, Eks Pengantin ISIS Shamima Begum Kini Tampil Tak Berhijab

Mengaku Menyesal, Eks Pengantin ISIS Shamima Begum Kini Tampil Tak Berhijab
Mantan Pengantin ISIS Shamima Begum Tampil Tak Berhijab (youtube.com/Good Morning Britain)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kisah mantan pengantin ISIS Shamima Begum sempat menjadi perhatian. Wanita asal Inggris tersebut kabur di usia muda untuk bergabung dengan ISIS.

Shamima Begum bergabung dengan ISIS di Syria pada tahun 2015. Saat itu, ia bergabung bersama dua orang wanita lainnya.

Meski begitu, Shamima Begum lantas berusaha keluar dari ISIS dan kembali ke Inggris. Namun, status kewarganegaraannya telah dicabut oleh Inggris.

Dikutip suara.com dari Yahoo!News, Shamima Begum kini kembali menjadi perhatian setelah tampil di acara Good Morning Britain. Pada acara tersebut, wanita 22 tahun ini tampil tanpa hijab.

Shamima kini tinggal di kamp pengungsian Al Roj di Syria karena kewarganegaraannya dicabut. Dalam wawancara, ia mengungkap jika dirinya tak tahu ISIS adalah sebuah sekte kematian dan perannya hanyalah menjadi "ibu dan istri".

Tak hanya itu, Shamima Begum menyebut bahwa dirinya dimanipulasi dan dimanfaatkan saat sedang bergabung dengan ISIS.

"Alasan aku datang ke Syria bukan untuk kekerasan," ungkap wanita 22 tahun ini.

"Saat itu aku tidak tahu itu adalah sebuah sekte kematian, aku pikir aku bergabung dengan komunitas Islam."

Shamima Begum tampil dalam wawancara tersebut menggunakan tank top dan topi baseball. Gaya pakaiannya yang tak lagi tertutup tersebut menjadi sorotan.

Meski begitu, Shamima membantah bahwa ia sengaja mengubah tampilannya demi mengikuti gaya Barat. Sebaliknya, wanita ini sudah cukup lama melepas hijab.

"Aku sudah tidak memakai hijab selama mungkin lebih dari setahun. Aku melepasnya untuk diriku sendiri, karena aku merasa sangat terkekang dengan hijab, aku merasa aku bukan diriku sendiri," ujarnya.

Selain ingin membuktikan bahwa dirinya sudah benar-benar keluar dari ISIS, Shamima Begum juga masih berusaha untuk mendapatkan kewarganegaraannya kembali.

Ia juga membantah klaim bahwa dirinya membantu memberikan senjata kepada pasukan ISIS.

"Aku rela pergi ke pengadilan dan menghadapi orang-orang yang membuat klaim ini dan membantahnya, karena aku tidak melakukan apa-apa di ISIS kecuali menjadi ibu dan istri."

Shamima Begum juga tidak keberatan jika dirinya dijatuhi hukuman di Inggris. Menurutnya, ia lebih baik mati dibanding kembali bergabung dengan ISIS.

Selama bergabung, Shamima menikah dengan seorang tentara ISIS asal Belanda dan punya 3 anak. Namun, ketiga anaknya meninggal di usia muda.

Kini, selain berjuang mendapatkan kewarganegaraannya kembali, Shamima juga menawarkan untuk menjadi aset dan membantu Inggris melawan terorisme.

Menurutnya, ia bisa menjadi sumber yang berharga karena memahami bagaimana cara ISIS merekrut dan memengaruhi orang-orang untuk bergabung. (MU)