Internasional

Menengok Penjara Super Ketat ADX Florence, Tempat El Chapo Jalani Hukuman

DENVER, SENAYANPOST.com – Gembong narkoba Joaquin “El Chapo” Guzman telah dinyatakan bersalah. Meski vonis akan dibacakan Juni nanti, dengan 10 dakwaan yang menjeratnya, termasuk mendalangi penyelundupan narkoba internasional, diyakini El Chapo akan mendekam seumur hidup di penjara.

Kemungkinan pria 61 tahun itu bakal dikirim ke penjara ADX Florence, Colorado. Sebuah penjara paling ketat dan sejauh ini tak seorang pun pernah lolos dari sana.

Di penjara berjuluk “Alcatraz di Pegunungan Rocky” itu, El Chapo akan menjalani hukuman bersama para pengebom, pelaku ujaran kebencian, dan teroris domestik.

Dikutip dari Kompas, ADX Florence resmi beroperasi pada 1994 dan dirancang sebagai penjara berkeamanan maksimum yang menjamin narapidana tak bisa kabur sekaligus memastikan keamanan staf dan pekerjanya.

Penjara ini berdiri di atas lahan seluas 15 hektare, 160 kilometer sebelah selatan kota Denver.

Para narapidana di tempat ini menghabiskan 23 jam sehari di dalam sel mereka dan harus dikawal minimal tiga pengawal saat menikmati rekreasi pribadi selama lima jam per pekan.

Setiap sel memiliki sebuah meja, bangku, dan tempat tidur yang hampir seluruhnya dibuat dari beton cor.

Sel juga dilengkapi sebuah lampu yang bisa dimatikan dari jarak jauh, sebuah radio, dan sesekali sebuah televisi hitam putih yang hanya menayangkan acara rekreasi, pendidikan, dan keagamaan.

Selain itu, semua sel dirancang kedap suara agar para narapidana tidak saling berkomunikasi dengan kode morse.

Setiap sel dilengkapi sebuah jendela kecil yang dirancang agar para narapidana tidak mengetahui lokasi mereka di kompleks penjara itu.

Lewat jendela itu, para narapidana hanya bisa melihat langit dan langit-langit sel mereka sehingga sulit bagi mereka membuar rencana kabur.

Telekomunikasi dengan dunia luar amat dilarang dan makanan diserahkan langsung petugas kepada para narapidana. Namun, narapidana yang merupakan kiriman dari lapas lain masih mungkin mendapatkan kesempatan makan di ruang makan bersama.

ADX florence dilengkapi juga dengan sistem detektor gerak dan 1.400 pintu baja yang dikendalikan dari jauh.

Petugas di pusat kontrol memantau para narapidana selama 24 jam dan bisa menekan “tombol panik” saat terjadi masalah darurat.

Saat “tombol panik” ini ditekan, semua pintu akan tertutup otomatis dan upaya narapidana untuk melarikan diri bisa dicegah.

Di bagian luar pagar kawat berduri setinggi 3,7 meter mengelilingi bangunan penjara dan dijaga ketat pasukan bersenjata lengkap.

Seorang mantan narapidana berusia 36 tahun yang pernah menghuni ADX Florence selama enam tahun pada 2008-2014 menggambarkan buruknya kondisi di tempat itu.

“Mereka yang ditahan di Guantanamo masih diperlakukan jauh lebih baik dibanding kami,” kata dia.

Tempat ini sudah menampung sejumlah pelaku kriminal kelas kakap termasuk pelaku bom Boston Dzhokar Tsarnaev. Ada juga nama anggota Al-Qaeda asal Perancis, Zacarias Moussaoui yang menjalani hukuman enam kali seumur hidup karena terlibat serangan 11 September 2001. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close