Lintas Daerah

Mendikbud Larang Sekolah untuk Kampanye

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com — Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy melarang penggunaan lembaga pendidikan untuk melaksanakan kampanye.

Di sela-sela kunjungannya di Yogyakarta, kemarin Muhajir menyatakan baik itu dilakukan oleh partai politik atau pun oleh timses (tim sukses) pasangam capres/cawapres.

“Lembaga pendidikan tidak boleh digunakan untuk politik,” katanya.

Hal itu disampaikan Mendikbud menanggapi pertanyaan mengenai adanya indikasi tim sukses (timses) yang masuk ke sekolah-sekolah maupun lembaga pendidikan guna menggalang dukungan atau mengarahkan siswa memilih calon tertentu.

Namun lanjutnya jika ada politik yang masuk haruslah benar-benar pendidikan politik yang mengajarkan pentingnya demokrasi.

“Dengan niat yang tulus bahwa itu dalam rangka pendidikan politik tidak main provokasi, tidak menebarkan hoax, tidak menebar fitnah saya kira itu sah-sah saja,” kata Mendikbud.

Pada kesempatan itu, Mendikbud juga meminta para guru dan staf kependidikan lainnya di lembaga pendidikan menjaga netralitas dan tidak mengarahkan siswa untuk memilih atau tidak memilih peserta kontestasi pemilu.

Namun demikian, Mendikbud meminta kepada para guru dan pengajar di lembaga pendidikan jagalah netralitas di tahun politik ini, dan tidak mudah percaya informasi yang tidak benar apalagi mengarahkan siswanya.

“Berikanlah informasi yang sejujur-jujurnya dan jangan menebar hoax di sekolah,” katanya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close